Peningkatan volume limbah global menempatkan air lindi sebagai ancaman lingkungan yang serius, namun matriks ini memiliki potensi agronomi yang belum tergali karena kandungan makronutrien yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan integrasi teknologi pertanian presisi, khususnya Internet of Things (IoT) dan Variable Rate Application (VRA), untuk mentransformasi air lindi menjadi sumber pupuk cair yang aman. Menggunakan pedoman PRISMA, studi ini menyintesis literatur terkini (2019-2025) untuk membangun kerangka kerja sistem fertigasi cerdas. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa pemantauan real-time terhadap parameter kritis (pH, salinitas/EC, dan logam berat) mutlak diperlukan untuk mencegah risiko fitotoksitas dan akumulasi biomagnifikasi. Secara kuantitatif, integrasi algoritma dosing otomatis dan strategi VRA terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi serta menghasilkan penghematan irigasi sebesar 20%-50% dibandingkan dengan metode konvensional. Lebih lanjut, arsitektur sistem yang diusulkan menawarkan mekanisme intervensi otomatis yang signifikan dalam memitigasi pencemaran air tanah. Studi ini menyimpulkan bahwa valorisasi air lindi secara teknis sangat layak dilakukan melalui adopsi teknologi cerdas, yang menawarkan solusi jalan tengah antara produktivitas pertanian dan keamanan lingkungan dalam kerangka ekonomi sirkular. The exponential rise in global waste generation has positioned landfill leachate as a critical environmental liability, yet it possesses untapped agronomic potential due to its high macronutrient content. This systematic review evaluates the feasibility of integrating precision agriculture technologies—specifically Internet of Things (IoT) and Variable Rate Application (VRA)—to transform leachate into a safe liquid fertilizer source. Employing PRISMA guidelines, this study synthesizes recent literature (2019–2025) to construct a smart fertigation framework. Qualitative findings confirm that real-time monitoring of critical parameters (pH, EC, and Heavy Metals) is mandatory to prevent phytotoxicity and bio-magnification risks. Quantitatively, the integration of automated dosing algorithms and VRA strategies is proven to enhance nutrient use efficiency and generate irrigation water savings of 20–50% compared to conventional methods. Furthermore, the proposed architecture offers an automated intervention mechanism that significantly mitigates groundwater contamination risks. This study concludes that leachate valorization is technically viable through intelligent technology adoption, offering a sustainable solution that balances agricultural productivity with environmental safety within a circular economy framework.