Malasari, Azizah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Kendaraan Bermotor Dalam Meningkatkan Minat Nasabah Pada PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat Malasari, Azizah; Yaumul Khair Afif; Khairunnisa
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang dilakukan oleh BSI KCP Stabat dalam meningkatkan minat nasabah terhadap produk pembiayaan kendaraan bermotor berbasis syariah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi, serta mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi pegawai atau staf pemasaran BSI KCP Stabat dan nasabah atau calon nasabah produk pembiayaan kendaraan bermotor. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi pemasaran BSI KCP Stabat dilakukan secara komprehensif melalui lima strategi utama yang saling memperkuat, yaitu penerapan bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) yang disesuaikan dengan prinsip syariah, penonjolan akad syariah bebas riba sebagai keunggulan utama, pemanfaatan media digital untuk promosi dan edukasi, implementasi pemasaran langsung melalui kunjungan dealer dan komunitas, serta kerja sama strategis dengan dealer kendaraan terkemuka. Faktor pendukung meliputi citra BSI sebagai bank syariah nasional, jaringan kerja sama kuat dengan dealer, skema pembayaran transparan, SDM muda dan dinamis, serta lokasi strategis. Sementara faktor penghambat mencakup persaingan ketat dengan lembaga pembiayaan konvensional, rendahnya literasi keuangan syariah masyarakat, persepsi negatif terhadap produk syariah, dan keterbatasan anggaran pemasaran.