Menstruasi merupakan proses keluarnya darah dari rahim yang akibat dari peluruhan (deskuamasi) endometrium. Siklus menstruasi normal umumnya berlangsung selama 28 hari, namun durasinya dapat bervariasi tergantung usia. Rata-rata siklus pada anak perempuan Siklus menstruasi pada usia 12 tahun rata-rata berlangsung sekitar 25 hari. Di usia 13 tahun, siklus cenderung lebih teratur menjadi 27 hari, dan pada usia 55 tahun dapat memanjang hingga 51 hari akibat perubahan hormon menjelang menopause. menstruasi terjadi akibat interaksi kompleks antara sistem hormonal dan organ reproduksi melalui aksis hipotalamus–hipofisis–ovarium.Kegiatan ini bertujuan memberikan penyuluhan tentang edukasi pengelolaan menstruasi pada remaja, khususnya mengenai nyeri haid (dismenore), sindrom pramenstruasi, dan amenore atau berhentinya haid akibat gangguan menstruasi (Suryani, 2020). Hasil studi pendahuluan pada Mei 2025 di UPT SMP Negeri 11 Medan terhadap empat siswi kelas IX menunjukkan bahwa 75% di antaranya mengalami nyeri saat menstruasi dengan tingkat keparahan yang berbeda, diukur menggunakan skala nyeri 0 hingga 10.Pendidikan kesehatan sangat penting sebagai sarana perubahan perilaku menuju peningkatan kesehatan individu dan masyarakat. Dalam konteks menstruasi, gangguan seperti dismenore dan amenore kerap terjadi namun sering diabaikan. Gangguan tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan, aktivitas fisik, pola tidur, nafsu makan, hubungan sosial, dan konsentrasi belajar. Penanganan gangguan menstruasi dapat dilakukan secara farmakologis, seperti penggunaan analgesik, terapi hormonal, NSAID, hingga tindakan dilatasi kanalis. Penyuluhan dilaksanakan melalui metode observasi dan wawancara langsung, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi. Diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.