ABSTRACT The use of ventilators in patients often leads to secretion retention and decreased oxygen saturation due to sedation, impaired effective coughing, and disrupted mucociliary clearance. Non-invasive interventions such as chest physiotherapy, particularly clapping techniques, have been proven to significantly improve oxygen saturation. However, this technique remains underutilized in ICU settings, including at Dr. Moewardi General Hospital. This study aimed to determine the effect of clapping intervention on oxygen saturation levels in ventilated patients in the ICU HCU Anggrek 1 at Dr. Moewardi General Hospital. A quantitative method with a quasi-experimental pre-post test control group design was employed. The study involved 38 ventilated patients selected through purposive sampling. Data were collected using a clapping procedure based on a standard operating procedure (SOP) and monitored with a pulse oximeter. A paired t-test was used to analyze the effect of clapping within groups, while an independent t-test was applied to assess significant differences between the intervention and control groups. Most participants were elderly patients diagnosed with post-laparotomy or post-craniotomy, with a balanced gender distribution. After receiving clapping therapy for two consecutive days, the intervention group experienced a significant increase in oxygen saturation levels, in contrast to the control group, which showed stagnation or a slight decline. Clapping is an effective technique for improving oxygen saturation in ventilated patients through enhanced airway clearance and alveolar ventilation. Its effectiveness is independent of age, sex, or medical diagnosis, making it a viable adjunct intervention in ICU ventilator management. Keywords: Chest Physiotherapy, Clapping, Intensive Care Unit (ICU), Oxygen Saturation, Ventilator Patients. ABSTRAK Penggunaan alat ventilator pada pasien sering menyebabkan retensi sekret dan penurunan saturasi oksigen akibat penggunaan sedasi, gangguan batuk efektif, serta gangguan fungsi mukosiliar. Salah satu intervensi non-invasif yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah fisioterapi dada, khususnya teknik clapping, yang terbukti mampu meningkatkan saturasi oksigen namun masih jarang dioptimalkan penggunaannya di ruang ICU, termasuk di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tindakan clapping terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien ventilator di ruang ICU HCU Anggrek 1 RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental pre-post test control group design. Sampel terdiri dari 38 pasien ventilator yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui SOP tindakan clapping dan alat pulse oximeter. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk mengukur pengaruh clapping dalam satu kelompok dan uji independent t-test untuk membandingkan perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien adalah lansia dengan diagnosis post-laparotomi dan post-craniotomi, serta sebaran jenis kelamin yang relatif seimbang. Kelompok perlakuan menunjukkan peningkatan signifikan saturasi oksigen setelah diberikan tindakan clapping selama dua hari, sedangkan kelompok kontrol cenderung mengalami stagnasi atau penurunan saturasi oksigen. Tindakan clapping terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen pada pasien ventilator melalui mekanisme pembersihan jalan napas dan peningkatan ventilasi alveolar. Efektivitas ini tidak dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, maupun diagnosis, sehingga teknik clapping layak diterapkan sebagai intervensi pendukung pada pasien yang menggunakan ventilator di ruang ICU. Kata Kunci: Clapping, Fisioterapi Dada, Pasien Ventilator, Saturasi Oksigen, Unit Perawatan Intensif.