Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas pembelajaran keterampilan menyimak antara metode daring dan luring menggunakan desain kualitatif studi kepustakaan. Berdasarkan analisis terhadap 25 artikel jurnal, ditemukan bahwa secara umum metode luring lebih unggul dalam menjaga stabilitas motivasi, kualitas interaksi sosial, dan pemahaman konsep yang mendalam , namun metode daring menunjukkan efektivitas yang signifikan secara spesifik pada keterampilan menyimak sastra ketika didukung oleh media audio asinkronus seperti podcast yang memungkinkan fitur pengulangan. Kendala utama pembelajaran daring meliputi distraksi digital dan kelelahan fisik, sedangkan luring lebih efektif menjaga fokus atensi , sehingga penelitian ini merekomendasikan pendekatan Blended Learning sebagai strategi adaptif untuk mengoptimalkan pembelajaran menyimak di era transisi.