Implementasi otomatisasi pengoperasian tower lamp di industri pertambangan menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi energi, keselamatan kerja, dan efektivitas operasional pada area kerja malam hari. Penelitian ini dilaksanakan di PT Antareja Mahada Makmur, Jobsite PT Satria Bahana Sarana, pada unit tower lamp Atlas Copco B6 yang sebelumnya dioperasikan secara manual oleh pengawas produksi sehingga menimbulkan potensi keterlambatan penyalaan, lampu tetap menyala di pagi hari, pemborosan konsumsi bahan bakar, dan risiko keselamatan saat hujan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Quality Control Circle (QCC) dengan tahapan plan–do–check–action (PDCA) yang meliputi identifikasi masalah, analisis akar penyebab, penentuan solusi, perencanaan perbaikan, implementasi, dan evaluasi pencapaian sasaran. Solusi teknis yang diterapkan adalah pemasangan rangkaian timer dan pemanfaatan fitur pengendalian otomatis pada modul Deepsea L401 LC 1003 untuk mengatur siklus start–run–shutdown tower lamp berdasarkan pengaturan waktu (scheduler), termasuk parameter start delay, cooling, mast up/down, serta pengaturan nyala dan padam lampu. Hasil implementasi menunjukkan bahwa 23 unit tower lamp berhasil dioperasikan secara otomatis sesuai target, dengan pengurangan jam nyala tidak perlu yang berdampak pada penghematan konsumsi bahan bakar dan potential saving cost sekitar Rp154.854.240,84 per tahun, sekaligus mengurangi kebutuhan aktivitas manual di luar kabin dan meningkatkan keselamatan kerja operator di area front. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode QCC dan otomatisasi kontrol tower lamp berbasis modul Deepsea dapat menjadi solusi efektif dan replikatif untuk peningkatan efisiensi dan keselamatan di operasi pertambangan malam hari.