Pembelajaran IPA pada materi tekanan menuntut pemahaman konseptual yang mendalam serta keterampilan berpikir kritis dalam menganalisis hubungan antara gaya, luas bidang tekan, dan fenomena tekanan. Namun, pembelajaran di kelas masih cenderung bersifat konvensional sehingga belum optimal dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pendekatan Deep Learning pada materi tekanan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Bajawa. Pembelajaran dilaksanakan dengan mengintegrasikan prinsip meaningful, mindful, dan joyful learning melalui kegiatan eksperimen sederhana, diskusi kelompok, pemecahan masalah kontekstual, serta refleksi. Data dikumpulkan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis dan lembar observasi aktivitas siswa, dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor keterampilan berpikir kritis meningkat dari 60,23 pada pretest menjadi 82,15 pada posttest. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi informasi, menarik kesimpulan, dan memberikan solusi. Aktivitas siswa selama pembelajaran berada pada kategori sangat baik dengan rerata 86,5%. Simpulan penelitian, pendekatan Deep Learning efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi tekanan. Pendekatan ini dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran IPA untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.