Yudatama, Proginova Dian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Translokasi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ke Kandung Kemih: Sebuah Laporan Kasus Samudra, Bagus Gilang; Yudatama, Proginova Dian; Hendri, Ahmad Zulfan; Estiko, Reza Ishak
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan metode kontrasepsi reversibel yang paling banyak digunakan secara global. Meskipun efektif, metode ini memiliki risiko komplikasi serius seperti perforasi uterus dan migrasi alat ke organ di rongga panggul. Perforasi yang berujung pada migrasi AKDR ke dalam kandung kemih (intravesikal) merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi dan dokumentasi kasus serupa dalam literatur medis masih sangat terbatas. Deskripsi Kasus: Kami melaporkan kasus translokasi AKDR ke vesika urinaria pada seorang perempuan berusia 40-an tahun dengan keluhan Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang selama satu tahun. Pasien memiliki riwayat pemasangan AKDR empat tahun pasca persalinan anak ketiga, namun mengalami kehamilan anak keempat satu tahun kemudian dengan posisi AKDR yang tetap terpasang (in situ). Pemeriksaan ultrasonografi urologi awal mengidentifikasi adanya batu kandung kemih. Konfirmasi diagnosis dilakukan melalui foto polos abdomen yang memvisualisasikan keberadaan AKDR ektopik. Tata laksana dilakukan melalui prosedur minimal invasif berupa sistoskopi dan vesikolitotripsi untuk ekstraksi alat serta fragmentasi batu. Simpulan: Kasus ini menekankan pentingnya kewaspadaan klinis terhadap kemungkinan translokasi AKDR pada pasien dengan riwayat kehamilan saat penggunaan kontrasepsi yang disertai gejala ISK berulang. Pemeriksaan radiografi polos merupakan modalitas penunjang yang efektif untuk lokalisasi benda asing, dan intervensi endoskopi seperti sistoskopi dan vesikolitotripsi terbukti efektif sebagai metode manajemen terapeutik. Kata kunci: translokasi AKDR; kandung kemih; infeksi saluran kemih berulang; sistoskopi; vesikolitotripsi; benda asing intravesikal.
TRANSLOCATION OF AN INTRAUTERINE CONTRACEPTIVE DEVICE INTO THE BLADDER: A CASE REPORT Samudra, Bagus Gilang; Estiko, Reza Ishak; Hendri, Ahmad Zulfan; Yudatama, Proginova Dian
Indonesian Journal of Urology Vol 33 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Urological Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32421/juri.v33i2.965

Abstract

Introduction: The most popular method of reversible contraception in women is the intrauterine contraceptive device (IUD). The risk of perforation elevates during the postpartum period, as well as during lactation and amenorrhea. The likelihood of perforation is higher in lactating women and during IUD insertion within 36 weeks after childbirth. Objective: This case report details the migration of an Intrauterine Device (IUD) into the bladder. Case(s) Presentation: A woman in her 40s had been experiencing persistent urinary tract infections (UTI) for a year. Four years after the birth of her third child, the patient had an IUD inserted. Unexpectedly, one year later, she delivered her fourth child. Following seven years, she experienced persistent UTI symptoms. The IUD was identified by plain abdominal radiography and removed utilizing cystoscopy and vesicolithotripsy procedures. Discussion: It has been well known that IUD dislocation likelihood is high during IUD insertion within 36 weeks after childbirth. Our case is exceptionally rare since the IUD insertion took place four years after delivery. Conclusion: We highlight the importance of considering the possibility of IUD migration when the user gives birth and then experiences persistent UTI. Plain radiography can discover the location of the IUD, and cystoscopy and vesicolithotripsy can be used for removal. Keywords: Bladder, intrauterine contraceptive device, plain abdominal radiography, translocation, urinary tract infection.