This Author published in this journals
All Journal Fenomena
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU INDONESIA SEHATDI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT NGAWEN II KABUPATEN GUNUNGKIDUL Nur Hidayah
Fenomena Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Fenomena
Publisher : LPPM STIA Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14420/9b5fhk82

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian secara deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini didasarkan pada adanya fenomena dimana masih ditemukan adanya beberapa kendala mekanisme dalam pelaksanaan KIS. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Ngawen II, dimana Puskesmas Ngawen II merupakan Puskesmas unggulan karena merupakan salah satu Puskesmas dengan fasilitas yang cukup lengkap yaitu: rawat inap, kamar bersalin, rawat jalan yang meliputi pengobatan umum, pengobatan gigi, pengobatan ibu dan anak, laboratorium, dan pelayanan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi program KIS dalam layanan masyarakat di Puskesmas Ngawen II. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan Program KIS di Puskesmas Ngawen II dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Data primer dalam penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara dengan responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi berupa foto. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel digunakan pengambilan sampel secara random sampling dengan populasinya adalah seluruh pegawai Puskesmas Ngawen II dan peserta KIS yang berkunjung ke Puskesmas Ngawen II.Hasil dari penelitian ini, Implementasi Program Kartu Indonesia Sehat di Puskesmas Ngawen II sudah bisa dikatakan berhasil walaupun ada sedikit kendala, hal ini disebabkan karena variabel yang menjadi tolok ukur penelitian belum terpenuhi secara maksimal, yaitu sedikitnya kepentingankepentingan terkait KIS, manfaat sudah dirasakan oleh peserta KIS, perubahan yang belum tercapai, letak pengambilan keputusan sudah ditetapkan, pelaksana program sudah ditentukan secara rinci, sumber daya yang digunakan sudah cukup, strategi yang dibuat sudah baik, dan respon dari pelaksana sudah baik dalam melaksanakan program KIS.