Latar Belakang: Self-efficacy ibu dalam merawat bayi berperan penting dalam kualitas pengasuhan. Dukungan suami diyakini dapat meningkatkan self-efficacy ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan self-efficacy ibu dalam merawat bayi. Metode: Penelitian kuantitatif jenis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ibu nifas yang mempunyai bayi usia 0-40 hari dipilih menggunakan total sampling dengan jumlah 42 responden, di Wilayah Kerja Puskesmas Tirto 1 Kabupaten Pekalongan. Data dikumpulkan melalui kuesioner Perceived Maternal Parental Self-Efficacy menurut Barnes. Sedangkan dukungan suami disusun oleh peneliti sendiri, telah diuji validitas dengan nilai corrected item-total correlation 0,533-0,848 (r table = 0,444) dan reliabilitas nya nilai cronbach’s alpha sebesar 0,950. Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dukungan suami baik sebanyak 22 orang (52,4%). Self-efficacy baik sebanyak 22 orang (52,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara dukungan suami dan self-efficacy ibu dalam merawat bayi (p = 0,032). Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,980, yang berarti ibu yang tidak mendapatkan dukungan suami memiliki kemungkinan 3,980 kali lebih besar untuk memiliki self-efficacy yang rendah dibandingkan dengan ibu yang mendapatkan dukungan suami. Simpulan: Dukungan suami yang baik dapat meningkatkan self-efficacy ibu dalam merawat bayi. Petugas kesehatan diharapkan meningkatkan keterlibatan suami agar self-efficacy ibu dalam merawat bayinya meningkat.