This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1011221066, DWI NADILA SEPRIYANTI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PEREDARAN SKINCARE YANG MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA DI KOTA PONTIANAK NIM. A1011221066, DWI NADILA SEPRIYANTI
Jurnal Fatwa Hukum Vol 9, No 1 (2026): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Masih peredarannya Skincare yang mengandung bahan berbahaya mengakibatkan konsumen mengalami kerugian materiil berupa kerusakan fisik dan uang yang dikeluarkan untuk membeli produk dan juga kerugian immateriil berupa beban psikologis akibat rusaknya fisik yang diakibatkan oleh produk Skincare mengandung bahan berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan masih beredarnya produk Skincare mengandung bahan berbahaya di kota Pontianak, mengetahui pengawasan yang dilakukan pihak terkait atas peredaran Skincare yang mengandung bahan berbahaya, dan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan perlindungan konsumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan sifat penelitian deskriptif. Data yang diperoleh berasal dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder yang mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan data tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa observasi, wawancara, serta studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa masih beredarnya produk skincare mengandung bahan berbahaya di Kota Pontianak disebabkan oleh belum optimalnya pengawasan pra-peredaran (pre-market) dan pasca-peredaran (post- market) oleh instansi terkait, terutama terhadap toko kecil dan pelaku usaha mikro. kurangnya literasi konsumen mengenai bahaya bahan berbahaya serta kesadaran hukum pelaku usaha turut memperparah kondisi ini. Pengawasan yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak telah sesuai ketentuan, namun belum menjangkau seluruh pelaku usaha, khususnya usaha mikro kecil yang menjadi celah peredaran produk skincare berbahaya. Upaya perlindungan konsumen di Kota Pontianak memerlukan sinergi antara Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan, pelaku usaha, dan masyarakat melalui pengawasan, edukasi, serta peningkatan kesadaran hukum agar perlindungan konsumen lebih optimal. Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Pengawasan, Skincare, Bahan Berbahaya. ABSTRACT Consumer protection is any effort that guarantees legal certainty to provide protection to consumers. The continued circulation of Skincare products containing hazardous materials results in consumers experiencing material losses in the form of physical damage and money spent to purchase the product and also immaterial losses in the form of psychological burdens due to physical damage caused by Skincare products containing hazardous materials. The purpose of this study is to reveal the factors that cause the continued circulation of Skincare products containing hazardous materials in the city of Pontianak, to find out the supervision carried out by related parties on the circulation of Skincare products containing hazardous materials, and efforts made to improve consumer protection. The research method used in this study is empirical legal research with a descriptive nature. Data obtained came from two sources: primary data and secondary data, which include primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary data. Data collection techniques used included observation, interviews, and literature review. The data analysis method used was qualitative analysis, which produced descriptive data. Based on the research results, it was found that the continued circulation of skincare products containing hazardous ingredients in Pontianak City is caused by suboptimal pre-market and post-market supervision by relevant agencies, especially for small shops and micro-businesses. Low consumer literacy regarding the dangers of hazardous materials and legal awareness of business actors also exacerbate this condition. Supervision carried out by the Food and Drug Monitoring Agency in Pontianak is in accordance with regulations, but has not reached all business actors, especially micro and small businesses that become a loophole for the circulation of hazardous skincare products. Consumer protection efforts in Pontianak City require synergy between the Food and Drug Monitoring Agency, business actors, and the community through supervision, education, and increasing legal awareness for more optimal consumer protection. Keyword : Consumer Protection, Supervision, Skincare, Hazardous Materials.