Zazak Soraya
IAIN Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa Zazak Soraya
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.10

Abstract

Berbagai masalah pendidikan di Indonesia seperti budaya mencontek, tawuran antar kelompok, bullying, pergaulan bebas, pornografi, narkoba,dan sebagainya saat ini menjadi pertanda bahwa negara ini benar- benar sedang mengalami pengeroposan sendi-sendi kebangsaan. Krisis pendidikan karakter ini perlu menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat. Sejatinya, sumber daya manusia merupakan faktor terbesar dalam kemajuan bangsa. Maka, sebuah bangsa bisa hancur jika generasi penerusnya kehilangan karakter. Oleh karena itu, proses pendidikan idealnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja, namun juga diperlukan keseimbangan pada ranah aspek afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter bukan sebuah keniscayaan untuk dikembangkan pada lembaga pendidikan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi dekadensi moral serta meneguhkan kembali jati diri bangsa.Berbagai masalah pendidikan di Indonesia seperti budaya mencontek, tawuran antar kelompok, bullying, pergaulan bebas, pornografi, narkoba,dan sebagainya saat ini menjadi pertanda bahwa negara ini benar- benar sedang mengalami pengeroposan sendi-sendi kebangsaan. Krisis pendidikan karakter ini perlu menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat. Sejatinya, sumber daya manusia merupakan faktor terbesar dalam kemajuan bangsa. Maka, sebuah bangsa bisa hancur jika generasi penerusnya kehilangan karakter. Oleh karena itu, proses pendidikan idealnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja, namun juga diperlukan keseimbangan pada ranah aspek afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter bukan sebuah keniscayaan untuk dikembangkan pada lembaga pendidikan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi dekadensi moral serta meneguhkan kembali jati diri bangsa.