Silvia Agustin
Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SD NEGERI CIPONDOH 1 KOTA TANGERANG Silvia Agustin; Siska Oktavera
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 2 (2024): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v7i2.669

Abstract

Literasi membaca di Indonesia memang terbilang masih sangat rendah, dapat dilihat dari peringkat Indonesia yang menduduki peringkat ke 62 dari 70 negara dengan kemampuan literasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam menumbuhkan minat baca siswa di SD Negeri Cipondoh 1 Kota Tangerang. Adapun jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian lapangan yang data-datanya dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif analisis karena data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis melainkan hasil analisis itu berupa deskriptif dari program yang diamati. Penelitian ini menemukan bahwa program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Negeri Cipondoh 1 Kota Tangerang telah berjalan selama lima tahun, sejak tahun 2018. Program tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan membaca di pojok buku dan teras buku. Penerapan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tersebut dilakukan dengan cara memberi waktu 15 menit sebelum dilakukannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Negeri Cipondoh 1 Kota Tangerang dapat menumbuhkan minat baca siswa. Hal yang mendorong keberhasilannya adalah keteladanan para guru, mengkolaborasikan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), ketersediaan buku-buku yang diperlukan, dan fasilitas sarana prasarana yang memadai.