Abdul Ghofur
Institut Binamadani Indonesia, Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DAN GAME EDUKATIF BERBASIS DIGITAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SDN PONDOK BAHAR KOTA TANGERANG Abdul Ghofur; Mutmainah Mutmainah; Dina Amalia
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 2 (2025): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v8i2.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan media video dan game edukatif berbasis digital terhadap motivasi belajar siswa di SDN Pondok Bahar, Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group. Sebanyak 44 siswa dipilih secara acak dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran menggunakan media video dan game edukatif berbasis digital, serta kelompok kontrol yang menerima pembelajaran dengan metode konvensional. Intervensi berlangsung selama 4 minggu (8 kali pertemuan) pada mata pelajaran tertentu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket motivasi belajar dengan skala Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,87, yang mengindikasikan bahwa instrumen tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang sangat baik dan layak digunakan dalam penelitian ini. Kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran berbasis media digital dan kelompok kontrol dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji-t independen. Hasil menunjukkan bahwa media digital secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, di mana rata-rata motivasi kelompok eksperimen meningkat dari 68,2 pada pretest menjadi 86,7 pada posttest, sementara kelompok kontrol hanya naik dari 63 menjadi 70, dengan hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan (t = 7,345, p < 0,001). Media digital berkontribusi melalui visualisasi menarik, interaktivitas, dan kemudahan akses terhadap materi, sehingga meningkatkan keterlibatan dan minat siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital adalah alat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di tingkat Sekolah Dasar, dengan implikasi praktis mencakup perlunya pelatihan guru dalam optimalisasi teknologi pembelajaran serta pengembangan strategi berbasis media digital yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.
NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KISAH IBNU UMMI MAKTUM Muh Anshori; Abdul Ghofur
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v6i1.876

Abstract

QS ‘Abasa (80: 1–10) menjadi salah satu ayat kunci dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang inklusif dan humanis. Narasi turunnya ayat yang melibatkan sosok sahabat tunanetra, Ibnu Ummi Maktum, memperlihatkan koreksi Ilahi terhadap pola dakwah yang dipengaruhi hierarki sosial pada masa awal Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam QS ‘Abasa dengan meninjau penafsiran klasik dan kontemporer, serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam modern. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis tematik, kajian ini menemukan bahwa QS ‘Abasa memuat sejumlah nilai pendidikan utama, antara lain nilai inklusivitas dan kesetaraan sosial, nilai hak akses terhadap pendidikan agama, nilai keteladanan nabi dalam menerima koreksi, nilai penghormatan terhadap martabat penyandang disabilitas, dan nilai relevansi pendidikan Islam di era modern. Temuan ini menunjukkan bahwa QS ‘Abasa bukan sekadar teks historis, tetapi landasan normatif bagi pembentukan pendidikan Islam adaptif yang menjunjung martabat manusia tanpa memandang kondisi fisik atau status sosial. Dengan demikian, nilai-nilai yang dihadirkan ayat ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan, kurikulum, dan praktik pendidikan keagamaan yang lebih setara dan transformatif.