Saat ini pemanfaatan media sosial yang semakin masif akan semakin mudah untuk membentuk publicawareness. Adanya peluang dalam media sosial yang semakin besar sehingga berpotensi untuk dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap konten-konten yang akan di optimalkan oleh KPID, dalam hal ini konten-konten lokal berusaha diperkenalkan sebagai sebuah pendidikan sekaligus hiburan bagi masyarakat yang berada di wilayah Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja optimalisasi konten lokal KPID dalam meningkatkan publicawareness di Yogyakarta, dengan menggunakan teori SOAR yang meliputi Strengths (kekuatan), Opportunities (peluang), Aspirations (aspirasi), Results (hasil). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer melalui observasi, wawancara, dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui sumber yang dapat mendukung penelitian antara lain dari literatur, skripsi, dan buku. Analisis data terdiri dari empat yaitu, pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Informan diperoleh dari tiga informan yaitu informan kunci, informan pokok dan informan pendukung.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan teori SOAR dalam melaksanakan program kerja KPID DIY yang dilakukan melalaui optimalisasi konten lokal dan berkolaborasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), kemitraan dengan industri penyiaran dan media digital, kolaborasi dengan komunitas kreatif dan seniman lokal serta kolaborasi dan kemitraan dengan lembaga pendidikan atau kampus dapat menghasil kanpublic awareness di wilayah Yogyakarta. Peneliti juga menyarankan agar KPID DIY dapat merata dalam melakukan publikasi kegiatan konten lokal di media sosial yang dimiliki oleh KPID DIY serta dapat mengembangkan kembali strategi-strategi yang selama ini sudah dijalankan dengan melihat kekuatan dan menyesuaikan peluang yang ada pada kondisi dan situasi tertentu.