Inti Ulfi Sholichah
Institut Binamadani Indonesia, Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAH TERHADAP TENAGA PEKERJA DALAM SISTEM OUTSOURCING PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Hafiz Novregy Berlian; Inti Ulfi Sholichah
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 8 No 1 (2025): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v8i1.727

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengulas mengenai upah terhadap sistem kerja outsourcing di PT Swakary Insan Mandiri, banyak pekerja atau karyawan merasa upah yang dibayarkan adalah tidak maksimal, mayoritas perusahaan outsourcing tidak transparan mengenai besaran pembayaran upah atau gaji serta hak karyawan tidak sesuai dengan regulasi outsourcing yang berlaku sehingga banyak aturan yang tumpang tindih bagi karyawan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan dengan menggunakan metode studi kasus. Adapun sumber data diperoleh dari dua sumber yaitu data primer diperoleh dengan wawancara dan data sekunder diperoleh dari beberapa literatur pustaka. Selanjutnya, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga data dapat dianalisis dengan melihat sistem pengupahan outsourcing serta regulasi kerja pada karyawan PT. Swakarya Insan Mandiri dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Swakarya Insan Mandiri telah memberikan upah kepada karyawan outsourcing secara tepat waktu dan menetapkan upah sesuai standar upah minimum Kabupaten/ Kota (UMK) sesuai dengan perjanjian. Namun, praktik pengupahan outsourcing pada karyawan di PT. Swakarya Insan Mandiri belum sepenuhnya memenuhi karakteristik ekonomi Islam. Karena belum menunjukkan nilai keadilan dan kejujuran dengan transparan terhadap komponen upah yang diberikan kepada karyawan outsourcing. Dalam regulasi sudah sesuai dengan nilai keislaman karena tidak membedakan baik pekerja lama maupun pekerja yang baru.
IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN PRODUKTIF DENGAN AKAD MURABAHAH DALAM MENGURANGI PRAKTIK RENTENIR DI KOPERASI SYARIAH BENTENG MIKRO INDONESIA CIPONDOH TANGERANG Sutisna Sutisna; Inti Ulfi Sholichah
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 1 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i1.718

Abstract

Penelitian ini menjelaskan perihal praktik rentenir yang masih menjadi masalah utama di kalangan masyarakat yang sering kali terjebak dalam utang berbasis berbunga tinggi dengan tujuan untuk mengemukakan alternatif pembiayaan bagi masyarkat melalui pembiayaan produktif dengan akad murabahah yang menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengurangi praktik rentenir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif lapangan dengan pendekatan studi kasus pada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Cipondoh tangerang, yang merupakan lembaga keuangan syariah yang menerapkan akad murabahah dalam pembiayaan produktif. Adapun sumber data diperoleh dari data primer berupa wawancara dan data sekunder bersumber data literatur kepustakaan dan diolah sedemikian rupa sehingga mendapatkan sebuah analisis data terkait pembiayaan dan dampaknya terhadap anggota koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan produktif melalui akad murabahah di Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia berhasil memberikan alternatif pilihan bagi anggota koperasi dengan pembiayaan yang lebih adil dan transparan dibandingkan dengan rentenir. Melalui perbandingan skema pembayaran, pembiayaan terhadap kebutuhan anggota koperasi bahwa optimalisasi pembiayaan produktif dengan akad murabahah di Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia dinilai sangat efektif dalam mengurangi praktik rentenir dan memberdayakan ekonomi masyarakat secara lebih luas.