Twinsky Choirunissa
Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Reward Bintang Matematika (Math Star) untuk Meningkatkan Partisipasi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMPN 7 Samarinda Twinsky Choirunissa
Jurnal Inovasi Refleksi Profesi Guru Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jirpg.v2i1.5066

Abstract

Partisipasi siswa yang rendah dalam pembelajaran matematika masih menjadi tantangan di berbagai satuan pendidikan. Banyak siswa menunjukkan sikap pasif, enggan bertanya, serta menghindari interaksi dalam proses pembelajaran karena merasa kurang percaya diri atau takut salah. Penelitian ini berfokus untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran matematika melalui penerapan sistem reward Bintang Matematika (Math Star). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII E SMPN 7 Samarinda sebanyak 30 orang, sedangkan objek penelitian adalah sistem reward yang diberikan melalui papan bintang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan mencakup lembar observasi keaktifan siswa, catatan lapangan, dan dokumentasi visual. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta validasi data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keaktifan siswa setelah penerapan Bintang Matematika. Pada pra-tindakan, sebagian besar siswa tergolong kurang aktif. Namun setelah penerapan tindakan pada Siklus I dan II, jumlah siswa yang masuk kategori Sangat Aktif dan Aktif mengalami peningkatan, sedangkan siswa dalam kategori Kurang Aktif menurun drastis. Hasil wawancara juga memperkuat bahwa siswa merasa lebih termotivasi dan senang belajar matematika karena mendapatkan penghargaan visual secara terbuka. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem reward Bintang Matematika mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kompetitif, sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran matematika.
Integrasi Problem Based Learning Dan Culturally Responsive Teaching Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Media Kontekstual Di SMPN 5 Samarinda Twinsky Choirunissa
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 6 (2025): Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Implementasi Pembelajaran Deep Learning dan
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep luas permukaan tabung dan bola yang bersifat abstrak serta kurang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata. Siswa kelas IX C SMP Negeri 5 Samarinda menunjukkan partisipasi yang rendah dalam diskusi kelompok dan capaian akademik yang masih di bawah kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini berfokus untuk meningkatkan pemahaman konsep luas permukaan tabung dan bola melalui integrasi model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran berdiferensiasi berbasis media kontekstual. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 30 siswa dengan karakteristik budaya dan kemampuan akademik yang beragam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian kinerja siswa. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, rubrik penilaian keterampilan, dan lembar kerja siswa yang telah didesain berdasarkan prinsip diferensiasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis PBL dan CRT yang dikaitkan dengan budaya lokal Kalimantan Timur, seperti penggunaan jeruk dan kertas origami serta pengenalan konteks budaya seperti onde-onde dan tas anjat, mampu meningkatkan partisipasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 56,8 pada kondisi awal menjadi 83,4 pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan mencapai 90%. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi integratif yang menggabungkan aspek pedagogis, diferensiasi, dan budaya lokal dapat menciptakan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.