Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH BERDIRINYA PONDOK PESANTREN AN-NUR TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN MASYARAKAT DUSUN CIGULINGHARJO DESA PADANGJAYA KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP Jauharotul Mufidah
QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5, No 1 (2024): QALAM : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI Sufyan Tsauri Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/qlm.v5i1.302

Abstract

Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh serta diakui masyarakat sekitar, dengan sistem asrama dimana santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah yang sepenuhnya berada dibawah naungan dari seorang atau beberapa orang kyai. Pondok pesantren mempunyai tujuan untuk mempersiapkan santri untuk menjadi orang yang pandai ilmu agama dan mengamalkanya, serta memiliki tujuan untuk membimbing santri dalam membentuk karakter berakhlak mulia sehingga sanggup menjadi muballigh kepada masyarakat. Oleh karena itu, hal ini penting untuk mendirikan pondok pesantren di daerah-daerah, terutama daerah terbelakang yang mana minimnya pengetahuan intelektual dan agama. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh berdirinya pondok pesantren terhadap perilaku keagamaan masyarakat. Penelitian ini bersifat survey lapangan, dengan menggunakan  pendekatan  deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian   dapat   diperoleh dari pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh berdirinya pondok pesantren An-Nur terhadap perilaku keagamaan masyarakat memiliki manfaat yang sangat banyak yakni mampu memprakarsai berdirinya masjid besar, mampu mendirikan organisasi-organisasi ke Islaman, mampu membangun Yayasan Pendidikan agama islam dan mampu membentuk acara-acara keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh santri dan warga. Selain itu pengaruh positif dibuktikan bahwa setiap acara keagamaan warga dusun Cigulingharjo selalu turut andil dalam melaksanakan acara mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia. Interaksi antara santri dengan masyarakat dusun Cigulingharjo sangatlah baik, dengan hubungan saling kerja sama, gotong royong dan saling menghormati.
SOSIALISASI FITUR PARENTAL CONTROL INTERNET PADA GADGET DI DUSUN CIGULINGHARJO PADANGJAYA MAJENANG mufidah, jauharotul
SIKAMA : Sinergi Akademisi dan Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal SIKAMA
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/sikama.v3i2.649

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar mendorong integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, termasuk pemanfaatan internet sebagai sumber informasi bagi siswa dan guru. Namun, akses internet tanpa pengawasan berisiko menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran informasi palsu, kecanduan, paparan konten tidak layak, gangguan kesehatan, hingga kejahatan siber. Di Dusun Cigulingharjo, fenomena orang tua yang memberikan gadget kepada anak tanpa pengawasan masih banyak ditemukan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua dan guru dalam membimbing serta mengawasi aktivitas daring anak menjadi sangat krusial. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan aplikasi Parental Control, khususnya Google Family Link. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua mengenai penggunaan fitur-fitur pengawasan digital guna menciptakan pengalaman berinternet yang aman dan positif bagi anak. Metode yang digunakan meliputi observasi, survei, penyuluhan, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua terhadap risiko penggunaan internet serta kemampuan mereka dalam mengoperasikan aplikasi Google Family Link. Seluruh peserta berhasil mengunduh dan mulai menggunakan aplikasi tersebut untuk memantau dan mengatur aktivitas daring anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Interaktif Berbasis Literasi Islami melalui Pelatihan Partisipatif JAUHAROTUL MUFIDAH; Miftahunangim Miftahunaning; MUHAMAD HABIB
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 02 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital menuntut transformasi mendalam dalam praktik pendidikan, tidak terkecuali di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Namun, guru MI seringkali menghadapi kesenjangan antara tuntutan penguasaan teknologi dan keterbatasan kompetensi serta infrastruktur, yang diperparah oleh kekhawatiran bahwa teknologi dapat mengikis nilai-nilai keislaman. Menjawab tantangan tersebut, sebuah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) telah dilaksanakan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MI dalam memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif—khususnya Canva dan Quizizz—yang didasarkan pada kerangka konseptual Literasi Islami. Literasi Islami didefinisikan sebagai kemampuan kritis dan etis dalam mengakses, mengevaluasi, dan menciptakan konten digital yang selaras dengan nilai-nilai fundamental Islam seperti tabayyun (klarifikasi), amanah (tanggung jawab), dan shidq (kejujuran). Metode kegiatan melibatkan siklus perencanaan, pelatihan intensif, implementasi di kelas, dan refleksi kolaboratif yang diikuti oleh 20 guru dari tiga MI. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest serta analisis kualitatif terhadap produk media dan data observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi teknis dan pedagogis guru, dengan skor rata-rata kemampuan pemanfaatan Canva dan Quizizz meningkat lebih dari 80%. Lebih penting lagi, analisis produk menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang tidak hanya menarik secara visual dan interaktif, tetapi juga secara substantif mengintegrasikan nilai-nilai dan akhlak Islam. Implementasi media ini di kelas terbukti meningkatkan antusiasme dan keterlibatan siswa. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa model pelatihan partisipatif yang membingkai teknologi dalam kerangka Literasi Islami merupakan strategi efektif untuk menjembatani tradisi dan modernitas, mengubah guru dari pengguna pasif menjadi inovator pembelajaran yang percaya diri dan berkarakter.
Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Interaktif Berbasis Literasi Islami melalui Pelatihan Partisipatif JAUHAROTUL MUFIDAH; Miftahunangim Miftahunaning; MUHAMAD HABIB
JMIMAS: JURNAL PENGABDIAN DAN MITRA MASYARAKAT Vol 1 No 02 (2025): JMIMAS: Jurnal Pengabdian dan Mitra Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal INSIMA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital menuntut transformasi mendalam dalam praktik pendidikan, tidak terkecuali di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Namun, guru MI seringkali menghadapi kesenjangan antara tuntutan penguasaan teknologi dan keterbatasan kompetensi serta infrastruktur, yang diperparah oleh kekhawatiran bahwa teknologi dapat mengikis nilai-nilai keislaman. Menjawab tantangan tersebut, sebuah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) telah dilaksanakan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MI dalam memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif—khususnya Canva dan Quizizz—yang didasarkan pada kerangka konseptual Literasi Islami. Literasi Islami didefinisikan sebagai kemampuan kritis dan etis dalam mengakses, mengevaluasi, dan menciptakan konten digital yang selaras dengan nilai-nilai fundamental Islam seperti tabayyun (klarifikasi), amanah (tanggung jawab), dan shidq (kejujuran). Metode kegiatan melibatkan siklus perencanaan, pelatihan intensif, implementasi di kelas, dan refleksi kolaboratif yang diikuti oleh 20 guru dari tiga MI. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest serta analisis kualitatif terhadap produk media dan data observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi teknis dan pedagogis guru, dengan skor rata-rata kemampuan pemanfaatan Canva dan Quizizz meningkat lebih dari 80%. Lebih penting lagi, analisis produk menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang tidak hanya menarik secara visual dan interaktif, tetapi juga secara substantif mengintegrasikan nilai-nilai dan akhlak Islam. Implementasi media ini di kelas terbukti meningkatkan antusiasme dan keterlibatan siswa. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa model pelatihan partisipatif yang membingkai teknologi dalam kerangka Literasi Islami merupakan strategi efektif untuk menjembatani tradisi dan modernitas, mengubah guru dari pengguna pasif menjadi inovator pembelajaran yang percaya diri dan berkarakter.