Badrus Samsul Fata
Institut Binamadani Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVITALISASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA Imron Rosyadi; Badrus Samsul Fata
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2025): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v5i2.816

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara kritis problematika pembelajaran bahasa Arab dalam pendidikan Islam di Indonesia dan menawarkan strategi revitalisasi yang transformatif. Meskipun bahasa Arab memiliki posisi teologis sebagai bahasa wahyu, implementasi pembelajarannya di madrasah masih menghadapi tantangan dalam hal penguasaan fungsional siswa. Studi ini mengidentifikasi empat isu utama: kesenjangan imersi antara pesantren dan madrasah, fosilisasi kesalahan linguistik, siklus demotivasi struktural, serta ketidaksesuaian kurikulum dan evaluasi. Untuk mengatasinya, direkomendasikan pergeseran paradigma menuju pendekatan komunikatif yang bermakna, integrasi teknologi sebagai lingkungan imersif virtual, dan penerapan model Content and Language Integrated Learning (CLIL). Strategi ini didukung oleh pendekatan triangulasi sinergis antara kebijakan pusat, inovasi kelembagaan, dan kolaborasi lintas jaringan. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab berpotensi menjadi sarana pembangunan intelektual sekaligus instrumen diplomasi budaya dan ekonomi syariah Indonesia secara global. Kata Kunci: Bahasa Arab, Pendekatan Komunikatif, CLIL.
THE WELFARE TRADITIONS IN INDONESIA: TRACKING THE ISLAMIC WELFARE SERVICES OF NAHDLATUL ULAMA Badrus Samsul Fata; Imron Rosyadi
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v6i1.957

Abstract

This article meticulously tracks the legacies of Nahdlatul Ulama (NU) in shaping the religious welfare traditions of Indonesia. It explores the deep theological foundations and sophisticated institutional mechanisms of NU’s social activism, revealing a resilient and adaptive faith-based welfare ecosystem. The analysis demonstrates that NU’s contributions are not merely ad-hoc charitable acts but a systematic, ideologically coherent effort to realize the principles of social justice embedded in the Ahlussunnah wal Jama’ah tradition. The study confirms that NU’s strength lies in its ability to synthesize traditional religious authority with modern organizational strategies. The pesantren serves as the cultural and spiritual heart of its welfare network, while the expansion of higher education and the professionalization of healthcare represent a strategic engagement with modernity. The article also highlights the inherent challenges NU faces, including the tension between tradition and bureaucracy, the need for greater financial transparency, and its complex relationship with the state. By providing a comprehensive analysis of NU’s welfare model, this study contributes to a deeper understanding of the interplay between religion, social welfare, and national development in Indonesia.