Amir Fatah
Universitas Negeri Yogayakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Program Mobile Training Unit (MTU) Kejuruan Otomotif Tahun 2024 Di BLKPP Yogyakarta: Inggris, Indonesia Bismi Inneke Anggraini Rohmah; Amir Fatah
Journal of Automotive Technology and Education Vol. 2 No. 3 (2025): JATE
Publisher : Department of Automotive Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jate.v2i3.2716

Abstract

Abstract This research seeks to describe and assess the 2024 implementation of the Mobile Training Unit (MTU) program at the Vocational Training and Productivity Development Center (BLKPP) Yogyakarta, focusing on how well the training materials, learning resources, and teaching methods align with participant needs. Utilizing a descriptive-evaluative approach based on the Discrepancy Evaluation Model, data were gathered through questionnaires, observations, documentation, and interviews. A total of 40 participants from MTU programs in Sidomulyo and Sidorejo Villages served as respondents. The researcher-developed questionnaire demonstrated validity coefficients between 0.599 and 0.823, and reliability coefficients between 0.725 and 0.855. The data were analyzed using descriptive quantitative techniques. The findings reveal that the training materials achieved a high level of alignment with participant needs, scoring an average of 4.5 (90%). Similarly, the learning resources and instructional methods showed strong relevance, each with an average score of 4.3 (86%). Overall, the study concludes that the MTU program demonstrates a very high degree of suitability across all evaluated aspects. Keywords: Mobile Training Unit, Discrepancy, Evaluation, Automotive Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi pelaksanaan program Mobile Training Unit (MTU) tahun 2024 di Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Yogyakarta yang ditinjau dari tingkat kesesuaian materi, tingkat kesesuaian sumber belajar, dan tingkat kesesuaian metode dalam pelaksanaan MTU. Penelitian ini adalah penelitian descriptive evaluative dengan model evaluasi kesenjangan (discrepancy evaluation model). Data penelitian diperoleh dengan metode angket, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian yaitu 40 responden peserta yang terdiri dari MTU desa Sidomulyo dan MTU desa Sidorejo. Angket penelitian dikembangkan oleh peneliti dengan koefisien validitas antara 0,599-0,823 dan koefisien reliabilitas antara 0,725-0,855. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dilakukan analisis dengan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian materi pelatihan MTU kejuruan otomotif dengan kebutuhan peserta pelatihan sangat tinggi dengan rerata skor 4,5 atau 90%, Tingkat kesesuaian sumber belajar pelatihan MTU kejuruan otomotif dengan kebutuhan peserta pelatihan sangat tinggi dengan rerata skor 4,3 atau 86%, dan Tingkat kesesuaian metode pelatihan MTU kejuruan otomotif dengan kebutuhan peserta pelatihan sangat tinggi dengan rerata skor 4,3 atau 86%. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian materi, sumber belajar, dan metode pada pelatihan MTU sangat tinggi. Kata kunci: MTU, Discrepancy, Evaluasi, Otomotif
Persepsi Guru Produktif Otomotif Terhadap Implementasi Pendekatan Deep Learning Di SMK Nasional Berbah: Indonesia, Inggris Muhammad Iqbal Rahman; Amir Fatah
Journal of Automotive Technology and Education Vol. 3 No. 2 (2026): JATE
Publisher : Department of Automotive Engineering Education, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jate.v3i2.3220

Abstract

Abstract This study examines automotive vocational teachers’ perceptions of the implementation of the deep learning approach at SMK Nasional Berbah and identifies internal and external factors associated with those perceptions. The study employed a descriptive quantitative design and was conducted from September to November 2025. Twelve productive automotive teachers in the Light Vehicle Engineering and Motorcycle Engineering programs were selected purposively. Data were collected through a 21-item questionnaire using a four-point Likert scale. The instrument covered internal factors, including attention, interest, and experience, and external factors, including knowledge, learning models, facilities and infrastructure, and school environmental support. The instrument had undergone construct validation through expert judgment and empirical testing, and reliability analysis produced a Cronbach’s alpha coefficient of 0.946. Data were analyzed using descriptive statistics, including percentages, means, and standard deviations, and were interpreted using predetermined categories. The results indicate that teachers generally had a positive perception of deep learning implementation, with 83% of respondents falling into the good category. Teachers considered the approach relevant for strengthening students’ understanding, learning engagement, and critical thinking. However, implementation was constrained by limited instructional time, administrative workload, facilities, and the need for more specific professional development. The findings suggest that successful implementation in vocational workshops requires not only teacher acceptance but also practical training, adequate facilities, and institutional support adapted to the characteristics of hands-on automotive learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi guru produktif otomotif terhadap implementasi pendekatan deep learning di SMK Nasional Berbah serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan persepsi tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan dilaksanakan pada September–November 2025. Sebanyak 12 guru produktif pada program keahlian Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Bisnis Sepeda Motor dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 21 butir dengan skala Likert empat tingkat. Instrumen mencakup faktor internal berupa perhatian, minat, dan pengalaman serta faktor eksternal berupa pengetahuan, model pembelajaran, sarana dan prasarana, dan dukungan lingkungan sekolah. Instrumen telah melalui validasi konstruk melalui expert judgment dan uji empiris, sedangkan pengujian reliabilitas menghasilkan koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,946. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase, rerata, dan simpangan baku, kemudian diinterpretasikan berdasarkan kategori yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap implementasi deep learning cenderung positif, dengan 83% responden berada pada kategori baik. Guru menilai pendekatan ini relevan untuk memperkuat pemahaman, keterlibatan belajar, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Meskipun demikian, implementasi masih menghadapi keterbatasan waktu pembelajaran, beban administrasi, kesiapan sarana-prasarana, dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru. Temuan menunjukkan bahwa penerapan deep learning pada pembelajaran otomotif memerlukan dukungan pelatihan yang kontekstual, fasilitas praktik yang memadai, dan dukungan kelembagaan yang sesuai dengan karakter pembelajaran bengkel.