Rahmat
Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Abdul Basit; Kokom Komalasari; Sapriya; Rahmat
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran yang baik adalah model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan abad 21, sesuai perkembangan IPTEKS, dan dapat mengakomodir keinginan siswa tanpa adanya marginalisasi. Salah satu model pembelajaran yang sangat direkomendasikan oleh pemerintah adalah model projek based learning (PjBL) sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka. Metode penelitian dilakukan di SMAN 8 Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi, pengolahan data dan verifikasi dan kesimpulan secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh ditemukan bahwa model PjBL mampu meningkatkan keterampilan siswa dengan baik. Model PjBL yang terdapat di SMAN 8 Malang telah digunakan oleh guru pendidikan Pancasila sebelum adanya IKM. Adanya pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) selama 1 tahun berjalan memperkuat posisi model pembelajaran ini. Sebab, tidak hanya pendidikan Pancasila saja harus memiliki luaran, melainkan seluruh mata pelajaran wajib menghasilkan produk atau hasil laporan baik secara individu maupun secara berkelompok. Dengan demikian, model PjBL menjadikan mereka terbiasa untuk terampil terutama dalam kerjasama, kolaborasi dan berkomunikasi dengan baik. Model PjBL juga mampu mengintegrasikan seluruh warga sekolah dengan lingkungan sekitar (kontekstual) dan memiliki dampak langsung yang sangat berharga pada pengalaman belajar mereka. A good learning model is a learning model that suits the needs of the 21st century, is in line with developments in science and technology, and can accommodate students' desires without marginalization. One learning model that is highly recommended by the government is the project based learning (PjBL) model in accordance with the implementation of the independent curriculum. The research method was carried out at SMAN 8 Malang using a descriptive qualitative approach. Data collection techniques in this research used observation, interviews and documentation studies. Data analysis uses reduction, data processing and verification and comprehensive conclusions. Based on the research results obtained, it was found that the PjBL model was able to improve students' skills well. The PjBL model at SMAN 8 Malang was used by Pancasila education teachers before the existence of IKM. The implementation of a project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) for 1 year has strengthened the position of this learning model. Because, not only Pancasila education must have outcomes, but all subjects must produce products or report results both individually and in groups. Thus, the PjBL model makes them accustomed to being skilled, especially in cooperation, collaboration and communicating well. The PjBL model is also able to integrate all school members with the surrounding environment (contextual) and has a very valuable direct impact on their learning experience.