Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEDIA EDUKASI KEBINEKAAN: MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL YANG INKLUSIF DI PERGURUAN TINGGI Syifa Siti Aulia; Lisa Retnasari; Yasir Marzuki
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i1.173

Abstract

Pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk masyarakat yang inklusif, adil, dan menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media edukasi kebinekaan untuk mendukung pembelajaran multikultural di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Menggunakan metode pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), tulisan ini memfokuskan pada tahap Define dengan pendekatan mixed methods. Subjek penelitian berjumlah 27 mahasiswa Program Studi PPKn yang mengikuti mata kuliah Pendidikan Multikultural Tahun Akademik 2024/2025. Hasil analisis menunjukkan 66,7% responden menganggap pembelajaran kebinekaan penting untuk meningkatkan penghormatan terhadap identitas beragam, sementara 85,7% menunjukkan pemahaman inklusif terhadap keragaman budaya, gender, agama, dan status sosial. Selain itu, penghormatan terhadap kepekaan budaya (90,5%) dan dialog terbuka (76,2%) diidentifikasi sebagai strategi utama menghadapi tantangan keberagaman. Penelitian ini menghasilkan lima topik utama media edukasi, yaitu nilai-nilai Pancasila, sikap demokratis, kearifan lokal, penegakan hukum yang adil, serta hak individu dan kewajiban sosial. Media ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, toleransi, dan kreativitas mahasiswa, serta mendukung pelestarian budaya lokal.   Multicultural education plays a crucial role in shaping an inclusive, just, and diversity-respecting society. This study aims to develop a diversity education medium to support multicultural education learning in the Civic and Pancasila Education Study Program. Employing the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), this paper focuses on the Define stage using a mixed methods approach. The study involved 27 students enrolled in the Multicultural Education course during the 2024/2025 academic year. Findings indicate that 66.7% of respondents perceive learning about diversity as essential to enhancing respect for diverse identities, while 85.7% demonstrate an inclusive understanding of cultural, gender, religious, and social status differences. Moreover, cultural sensitivity (90.5%) and open dialogue (76.2%) are recognised as key strategies in addressing diversity challenges. Based on these findings, five main topics for the diversity education media were formulated, namely Pancasila values, democratic attitudes, local wisdom, fair law enforcement, and individual rights and social responsibilities. The developed educational media is expected to enhance students’ understanding, tolerance, and creativity, while also contributing to the preservation of local culture.
Pembentukan Kesadaran Sosial Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendidikan Pancasila dengan Pendekatan Fenomenologis di SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Andri AndriTri; Mahmuda Ma’arif; Yasir Marzuki; Aprilia Setianingsih; Ari Wibowo
Pedagogi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 14 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pedagogi.vol.14i.1.1740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembentukan kesadaran sosial siswa sekolah dasar melalui pendekatan kualitatif fenomenologis dalam konteks Pendidikan Pancasila. Latar belakang penelitian dilandasi oleh lemahnya internalisasi nilai-nilai sosial seperti empati, kerja sama, dan toleransi dalam praktik pendidikan dasar, yang ditengarai sebagai dampak dominasi pendekatan kognitif dan simbolik dalam pembelajaran nilai. Studi ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, dengan melibatkan siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua sebagai informan kunci. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, yang dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial bermakna dalam ruang sekolah, dengan dukungan guru dan lingkungan yang reflektif, mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai sosial pada siswa. Temuan ini mengafirmasi relevansi teori Vygotsky terkait Zone of Proximal Development (ZPD) serta menggarisbawahi pentingnya peran komunitas dalam mewujudkan pendidikan karakter yang kontekstual dan transformatif. Implikasi praktis dari studi ini menyoroti urgensi peningkatan kapasitas guru dalam fasilitasi pembelajaran nilai yang humanistik, serta perlunya keterlibatan kolaboratif antara sekolah dan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap diskursus pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila, dan merekomendasikan pengembangan modul pembelajaran kontekstual serta studi lanjutan berbasis etnografi untuk menggali dinamika internalisasi nilai sosial secara lebih mendalam.