Alvina Damayanti
Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Air Tawar dan Wanita PKK oleh BEM ITK Avicenna dalam Meningkatkan Ekonomi dan Kesehatan di Desa Lalopisi Kabupaten Konawe Pono Suderajad; Dustan Dustan; Wa Anasari; Alvina Damayanti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2414

Abstract

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM ITK Avicenna merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan mitra adalah rendahnya kemampuan mitra dalam mengoptimalkan potensi dalam hal budidaya ikan air tawar dan diversifikasi produk olahan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan teknologi budidaya ikan air tawar serta produk turunannya. Metode pelaksanaan Metode Participatory  Action  Research (PAR) dengan kegiatan meliputi pelatihan budidaya ikan air tawar, pelatihan diversifikasi olahan,  penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta kegiatan interaktif yang mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif antara mahasiswa BEM ITK Avicenna, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 100% dari mitra Truna Jaya dalam mengaplikasikan teknologi bioflok dalam budidaya ikan air tawar, dan pemahaman masyarakat meningkat sebesar 90% oleh mitra wanita PKK, terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta munculnya komitmen untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme warga dan dukungan pemerintah desa menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi ekonomi dan kesehatan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berhasil memperkuat kapasitas dan kesadaran warga dalam membangun desa yang sehat, tangguh, dan mandiri, sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di lingkungan masyarakat.