Andi Nur Arifah Apriani Azis
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Smoking and Alcohol Consumption Behavior as Risk Factors for Non-Communicable Diseases in the Productive Age Group Andi Nur Arifah Apriani Azis
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 4 (2025): November-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/8vnkq746

Abstract

Smoking and alcohol consumption among productive-age adults represent major behavioral risk factors contributing to the rising burden of non-communicable diseases (NCDs), including cardiovascular diseases, stroke, cancer, diabetes, and chronic respiratory disorders. This study aims to analyze behavioral patterns, determinants, and the health impacts of smoking and alcohol consumption among individuals aged 25–54 years. A descriptive qualitative method with an analytical literature study approach was employed, reviewing reputable scientific publications from 2015 to 2024. Findings indicate that smoking and alcohol consumption in productive-age populations are driven by workplace stress, social norms, cultural influences, and urban lifestyle shifts. The combination of both behaviors exponentially increases NCD risks through inflammatory mechanisms, oxidative stress, metabolic dysregulation, and organ damage. Social determinants such as economic pressure and mental health also contribute to sustained risky behaviors. This study recommends multi-level interventions including education, counseling, enhanced health literacy, workplace wellness programs, and public health policies such as increased tobacco taxation and alcohol access restrictions.
Edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Bontomangape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan Muhammad Asrul Taufiq Arifuddin; Andi Nailah Amirullah; Salki Sasmita; Elya Novianti; Andi Asliana Sainal; Bustang Bustang; Andi Nur Arifah Apriani Azis; Hidayat Asikin; Edmundus Emanuel Lalong Tabur; Mutiara Salipure Uleng
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2418

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan upaya nasional untuk membudayakan perilaku hidup sehat. Rendahnya pengetahuan dan partisipasi masyarakat, termasuk di Desa Bontomangape, masih menjadi hambatan dalam penerapannya. Kondisi awal menunjukkan terbatasnya informasi kesehatan, rendahnya aktivitas fisik, serta belum terbentuknya budaya hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik, diskusi interaktif, dan pendampingan dengan melibatkan 30 peserta. Pendekatan partisipatif diterapkan sejak tahap perencanaan dengan melibatkan kader dan tokoh masyarakat. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 10% menjadi 83,3% serta penguatan sikap positif terhadap perilaku hidup sehat. Perubahan sosial terlihat dari meningkatnya aktivitas fisik bersama, kebersihan lingkungan, serta dukungan warga terhadap penerapan GERMAS. Selain itu, terbentuk tiga kader kesehatan masyarakat yang mulai melakukan edukasi rutin dan menyusun rencana keberlanjutan berupa pemantauan perilaku hidup sehat tingkat RT. Hasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas lokal dan tumbuhnya budaya kesehatan yang lebih berkelanjutan.