Julius Tanoto
Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat melalui Penyuluhan dan Pemberian Modul Tuberkulosis (TB) Paru sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kinerja Kader TB di Pondok Pesantren Annuqoyah, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur Arief Bakhtiar; Tutik Kusmiati; Irmi Syafa'ah; Julius Tanoto; Nuha Aulia Rahman; Wulan Rahmawati Hariputri; Achmad Najich Riza Firmansyah; Hamidia Maulaningtyas; Salsabila Firdausi Rafidah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2464

Abstract

Eliminasi tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumenep, yang pada tahun 2021 belum mencapai target penemuan dan pengobatan kasus TB. Tingginya jumlah pondok pesantren di wilayah ini menjadikan pesantren sebagai sasaran strategis dalam upaya eliminasi TB. Pondok pesantren dengan kepadatan hunian dan intensitas kontak antar santri yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko penularan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan peran kader TB pesantren yang telah ditunjuk dalam mendukung upaya eliminasi TB. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, yang sebelumnya belum memiliki kader TB pesantren. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi, dan simulasi, disertai pemberian modul TB paru dan lembar balik sebagai media edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang signifikan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 36,87 meningkat menjadi 71,96 pada posttest (p=0,000). Selain itu, kader menunjukkan peningkatan peran aktif melalui penemuan santri terduga TB dalam tiga bulan setelah kegiatan. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader TB pesantren dan diharapkan dapat memperkuat peran kader dalam mendukung eliminasi TB di lingkungan pesantren.