Rinda Handayani
Universitas Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Regulation and Control: The Transformation of Agriculture in the Japanese Era, 1942-1945 Rinda Handayani
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v14i2.96

Abstract

The Japanese presence in Indonesia (1942–1945) had a significant impact on various sectors, including the economy and agriculture. Japan implemented various policies and regulations to control the agricultural sector to meet their war needs in Java. This research aims to analyze the agricultural transformation introduced by Japan, especially in the aspects of regulation and control which include the introduction of new commodities, the application of cultivation techniques, and the formation of farmer organizations in the Java region. This research uses historical methods that include heuristics, criticism of sources (internal and external), interpretation, and historiography. The results show that although Japan's agricultural policy brings modernization through new cultivation techniques, on the other hand it also causes negative impacts, such as food scarcity and labor exploitation. Thus, the transformation of agriculture during the Japanese occupation had a complex influence on the agricultural sector in Indonesia.
Transformasi Lanskap: Pembukaan Perkebunan di Besuki terhadap Ekologi pada Awal Abad ke-20 Rinda Handayani
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6793

Abstract

This study analyzes the significant ecological transformation in the Besuki region due to plantation expansion in the early 20th century. This research reveals how Besuki, as the center of plantation production during the colonial period, experienced ecological changes such as deforestation to land clearing for settlements. This research uses historical methods to reconstruct past events. This study aims to analyze (1) how plantation activities in Besuki have changed the ecological landscape of Besuki Residency. (2) Deforestation until the emergence of settlements in Besuki Residency. Keywords: plantation, Besuki, ecology,
Di Bawah Bayang Kolonial: Kebijakan Pembibitan Tembakau di Besuki (1900- 1930) Rinda Handayani; Shiva Amalia Pinanti; Aisya Nur Amalia
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 8 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v8i1.8379

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tantang Kebijakan Kolonial terhadap perkebunan dan pembibitan tembakau di Besuki tahun 1900–1930 sebagai bagian dari struktur agraria kolonial yang menopang industri tembakau ekspor di Hindi Belanda. Latar belakang tulisan ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami bagaimana kebijakan kolonial membentuk proses produksi sejak tahap awal, terutama pada sistem pembibitan yang menjadi fondasi kualitas tembakau Besuki. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara kebijakan pertanian kolonial dan penyelenggaraan pembibitan, serta menjelaskan teknik dan praktik pembibitan yang diterapkan oleh perusahaan perkebunan pada periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan studi pustaka melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kolonial memiliki pengaruh signifikan terhadap pengaturan varietas, seleksi benih, standarisasi teknik pembibitan, serta sistem pengawasan yang diberlakukan di tingkat lokal. Praktik pembibitan di Besuki pada awal abad ke-20 memperlihatkan integrasi antara pengetahuan lokal dan regulasi kolonial yang ketat, sehingga menghasilkan model pembibitan yang terstruktur dan sesuai kebutuhan industri. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembibitan tembakau di Besuki tidak hanya merupakan tahapan agraris, tetapi juga sarana kontrol ekonomi kolonial yang membentuk fondasi sistem perkebunan tembakau di wilayah Besuki.