Penelitian ini diadakan untuk memenuhi dua tujuan, yaitu untuk mengetahui tingkat kemampuan pemain bass elektrik dalam band pengiring di komunitas Remaja God’s DNA serta mengetahui pentingnya tingkat kemampuan bermain bass elektrik di dalam Pujian Penyembahan dalam Ibadah Remaja God’s DNA. Peneliti menemukan bahwa seringkali pemain bass elektrik di komunitas God’s DNA hanya sekedar “bisa” dalam bermain dan kurang teliti dalam membaca nada dan menerapkan teknik, bahkan seringkali tidak harmonis secara ritmis dan harmoni dengan band pengiring Pujian Penyembahan. Melalui penelitian ini diharapkan agar pemain bass elektrik dalam ibadah lebih diperhatikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data didapat melalui observasi terhadap salah satu ibadah di komuntias God’s DNA, serta dilakukan wawancara mendalam terhadap beberapa narasumber pemain bass elektrik maupun non pemain bass elektrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain bass elektrik di komunitas God’s DNA sudah bukan berada pada tingkat pemula namun belum mencakup keseluruhan tingkat profesional. Pemain bass elekrik di komunitas God’s DNA juga dapat menyesuaikan dengan tim band pengiring dengan porsi yang cukup. Selain itu ditemukan juga bahwa instrumen bass elektrik merupakan instrumen penting yang dapat berpengaruh dalam jalannya Pujian Penyembahan Ibadah, sehingga penting untuk selalu meningkatkan kemampuan/skill agar semakin lebih baik dan meminimalisir kesalahan dalam bermain.