Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring the Rich Diversity of Seagrass Species in Batu Kotak Coastal Ecosystem Febrisa Indri Utami; Windiarti Pratiwi Putri Nuraini; Novia Intan Cahyani; Lalu Syukran Muhsin; Zahira Rufaida; Ratna Permata Sari
Journal of Biology, Environment, and Edu-Tourism Vol. 1 No. 2 (2025): August
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seagrass ecosystems play a pivotal role in maintaining coastal ecological balance, serving as critical habitats for marine biota, carbon sinks, and natural barriers against erosion. However, anthropogenic pressures increasingly threaten their sustainability. This study aims to assess seagrass diversity in Batu Kotak Beach, Central Lombok, to establish a foundational dataset for conservation efforts. Data were collected across three stations using a quadrat transect method (1×1 m) with three replicates per station. Analyzed parameters included species density, Shannon-Wiener diversity index (H’), evenness (e), and Simpson’s dominance index (C). Results revealed the presence of nine seagrass species, with the highest densities recorded for Syringodium (48 individuals) and Thalassia hemprichii (35 individuals). Diversity indices ranged from low (0.356) to moderate (1.536), with Station III exhibiting the most stable conditions (H’=1.00; e=0.900). Stations I and II displayed pronounced dominance of specific species (Padina tetrastromatica, dominance=0.83), suggesting ecological disturbances. Environmental factors such as water quality, substrate type, and human activities are hypothesized to drive these variations. The study recommends periodic monitoring for Stations I and II and designates Station III as a priority area for conservation.
Respon Guru, Siswa, dan Keterlaksanaan Pembelajaran Modul IPA Berbasis Etnosains di SMPN 1 Pujut Lalu Syukran Muhsin; Abdul Syukur; Karnan Karnan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4483

Abstract

Pembelajaran IPA berbasis etnosains mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Penggunaan modul IPA berbasis etnosains diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran IPA di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon guru, respon siswa, dan keterlaksanaan pembelajaran pada penggunaan modul IPA berbasis etnosains di SMPN 1 Pujut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian guru IPA dan peserta didik SMPN 1 Pujut. Data dikumpulkan melalui angket respon guru, angket respon siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon guru terhadap modul IPA berbasis etnosains berada pada kategori sangat baik dengan persentase 74%–84%, sedangkan respon siswa berada pada kategori sangat baik dengan persentase 68%–77%. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul IPA berbasis etnosains mencapai nilai rata-rata sebesar 83,6% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, modul IPA berbasis etnosains dinyatakan praktis dan layak digunakan sebagai sumber belajar pendukung dalam pembelajaran IPA di SMP.