Meningkatnya kasus kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran gas elpiji di lingkungan masyarakat menjadi perhatian serius, terutama di kawasan pemukiman padat dan institusi pendidikan seperti SMA Negeri 1 Lebak Wangi. Kurangnya sistem deteksi dini terhadap kebocoran gas dan keberadaan api sering menyebabkan keterlambatan dalam penanganan, yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik materi maupun korban jiwa. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Solusi yang diusulkan adalah merancang dan membangun sistem kendali otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 yang mampu mendeteksi kebocoran gas serta keberadaan api secara realtime. Sistem ini dilengkapi sensor gas (MQ2), sensor api (flame sensor), buzzer, serta indikator LED dan motor DC yang dikendalikan melalui relay sebagai tindakan pencegahan awal. Selain itu, sistem ini terintegrasi dengan aplikasi Telegram yang akan mengirimkan notifikasi secara otomatis ke smartphone pengguna ketika terjadi kebocoran gas atau terdeteksi api. Metodepelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan prototyping, di mana tim pengusul akan mendesain, membangun, menguji, dan mengimplementasikan system. Kegiatan ini juga mencakup pelatihan penggunaan alat kepada guru dan siswa. Luaran dari kegiatan ini mencakup artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal dan dokumentasi dalam bentuk berita media, serta implementasi langsung sistem deteksi di SMA Negeri 1 Lebak Wangi. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran serta menjadi model bagi penerapan teknologi Internet of Things di lingkungan sekolah dan masyarakat umum.