Village tourism serves as a community-based development strategy that plays a vital role in driving social, cultural, and economic transformation. This study aims to analyze digital communication strategies and creative entrepreneurship in strengthening the branding of Rama Agung Village as “Mini Bali.” Using a qualitative case study design conducted between July and September 2025, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation review. The results reveal that digital communication through social media, websites, and documentary films effectively shapes destination image and increases youth participation. Creative entrepreneurship through local MSMEs such as MP Jewellery, Sabunne Chris, and traditional handicrafts further strengthens cultural identity and economic independence. Collaboration between students, lecturers, the Papida Rama Agung Tourism Awareness Group, and the village government produces innovative branding rooted in local wisdom, religiosity, and economic creativity. The study concludes that the synergy between digital communication and creative entrepreneurship enhances community empowerment and boosts the competitiveness of rural tourism in the digital era. Pariwisata berbasis desa merupakan salah satu strategi pembangunan partisipatif yang mampu mendorong perubahan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi digital dan kewirausahaan kreatif dalam proses branding Desa Rama Agung sebagai “Mini Bali”. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala desa, ketua Pokdarwis Papida Rama Agung, serta pelaku UMKM seperti MP Jewelry dan Sabun Eco-Enzyme Chris, disertai observasi partisipatif dan telaah dokumentasi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan oleh mahasiswa dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dehasen Bengkulu berhasil meningkatkan kemampuan komunikasi digital masyarakat. Pemanfaatan berbagai platform digital seperti media sosial, situs web, dan video kreatif terbukti efektif dalam membangun citra destinasi wisata yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan spiritual lokal. Sementara itu, penguatan kewirausahaan kreatif berbasis produk lokal turut mendukung pembentukan identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.Sinergi antara pemerintah desa, komunitas, dan akademisi menghasilkan model branding desa wisata yang berkelanjutan dan berbasis pada narasi digital yang autentik, kolaboratif, serta berorientasi pada daya saing. Kesimpulannya, integrasi strategi komunikasi digital dan kewirausahaan kreatif menjadi faktor kunci dalam pemberdayaan masyarakat serta peningkatan daya saing desa wisata di era digital.