Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan dampak emosional, baik bagi anak yang dirawat maupun orang tua. Anak usia prasekolah berada pada tahap perkembangan yang rentan dan belum mampu memahami situasi medis yang dihadapinya. Ketidakmampuan untuk mengungkapkan perasaan, perubahan rutinitas, serta ketergantungan pada orang tua sering kali menimbulkan kecemasan pada anak, yang secara tidak langsung juga menimbulkan kecemasan pada orang tua. Terutama bagi orang tua yang baru pertama kali menghadapi hospitalisasi anak dan kurang mendapat dukungan dari keluarga, tingkat kecemasan cenderung meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh orang tua yang anaknya menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (RSPJNHK). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Jumlah responden sebanyak 78 orang tua dari anak yang sedang dirawat inap di ruang perawatan anak RSPJNHK. Hasil: Mayoritas responden berusia 30–40 tahun (42,3%), berpendidikan SMA (44,9%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (66,7%), memiliki penghasilan setara UMR (71,8%), dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (84,6%). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang (47,4%). Kesimpulan: Orang tua yang anaknya menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak RSPJNHK cenderung mengalami kecemasan dalam kategori sedang.