Khoerunnisa
Universitas Bani Saleh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Pasca Melahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Bahagia Khoerunnisa; Fauziah H Wada; Yusrini Yusrini; Lu’lu’a Lanahdiayanna
FKF Vol 2 No 2 (2025): JHPS. September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum adalah gangguan psikologis yang sering terjadi pada wanita setelah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu tidak mampu merawat bayinya, serta beresiko menimbulkan komplikasi akibat ketidakpatuhan terhadap anjuran kesehatan. Pada bayi, dampaknya meliputi gangguan makan, sulit tidur, dan sering menangis. Dalam kasus berat, dapat memicu keinginan bunuh diri atau membahayakan bayi. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian depresi postpartum pada ibu pasca melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Bahagia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling dan instrument EPDS dengan total responden 331 ibu postpartum. Hasil: Dari 331 responden, mayoritas (81,6%) berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun) dan (10,3%) bayi berusia < 11 bulan. Sebagian besar lulusan SMA (52,9%), berparitas multipara (63,1%), tidak bekerja (76,4%), serta memiliki penghasilan diatas UMR (55,3%). Tingkat risiko depresi postpartum menunjukkan (62,8%) responden mengalami risiko ringan, (21,5%) risiko sedang, dan (15,7%) risiko berat. Kesimpulan: Ibu postpartum mengalami depresi dengan tingkat risiko ringan hingga berat. Mayoritas berada pada usia reproduksi sehat dan memiliki bayi <11 bulan, masa yang rentan secara psikologis. Pendidikan SMA menunjukkan kesiapan mental berperan penting, paritas multipara lebih rentan karena beban fisik dan emosional yang lebih besar serta ibu tidak bekerja berisiko kelelahan dan kurang waktu untuk diri sendiri. Meski pendapatan di atas UMR, kondisi ekonomi belum tentu menjamin kestabilan psikologis. Saran: Diperlukan peningkatan pemantauan dan dukungan psikologis dari keluarga, petugas kesehatan bagi ibu postpartum untuk mencegah dan mengatasi depresi postpartum secara efektif.