Latar Belakang: Keluarga mempunyai peran penting dalam mendukung perawatan penderita gangguan jiwa di masyarakat. Mereka perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup dalam mendampingi anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa tanpa menggunakan pasung. Masalah pasung perlu untuk dihindari karena kurang manusiawi dan sangat menurunkan kemampuan fisik dan psikologis penderitanya. Manfaat kegiatan ini diharapkan penderita gangguan jiwa yang telah kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat tidak mendapatkan lagi tindakan pemasungan.Metode: Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melalui pemberdayaan keluarga dengan memberikan pelatihan kepada keluarga tentang cara merawat penderita gangguan jiwa melalui pendekatan yang humanis yaitu cara komunikasi dan terapeutik sehingga penderita merasa nyaman. Sebanyak 22 keluarga dengan anggota gangguan jiwa telah dilibatkan dalam kegiatan pemberdayaan ini dan dilakukan pengukuran pre dan post-test untuk mengetahui perubahan kemampuan mereka dalam merawat anggotanya.Hasil: Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan keluarga merawat anggotanya berdasarkan hasil pengukuran dengan kuesioner yang telah dibagikan kepada peserta pelatihan. Oleh karena itu keluarga di masyarakat perlu diberikan pendampingan dan pelatihan oleh perawat jiwa komunitas yang bekerja di Puskesmas untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan jiwa anggota keluarganya.Simpulan: Pelatihan dan pemberdayaan dapat meningkatan kemampuan keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa.Keyword : keluarga, pelatihan, merawat, tanpa pasung, komunitas