Atikah Hadiyatus Sulfa
Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETEKSI DINI DAN EDUKASI PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS BERBASIS MEDIA VIDEO DAN E-BOOKLET PADA REMAJA DI WILAYAH PUSKESMAS BANDUNG KOTA TEGAL Ahmad Baequny; Anny Fauziyah; Atikah Hadiyatus Sulfa; Didi Hermawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 1 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i1.12356

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang serius. Penyakit DM bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Penyakit Diabetes Mellitus menyerang perlahan-lahan dan kadang-kadang tidak disadari oleh penderitanya. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya diabetes mellitus terkait pencegahan dan pengendaliannya menyebabkan penyakit ini semakin banyak terjadi di masyarakat. Masyarakat di Kota Tegal memiliki prevalensi mengkonsumsi sayur dan buah kurang dari 5 porsi/hari sebesar 97,8%, dengan mempertimbangkan gaya hidup masyarakat yang ada di Kota Tegal memberi gambaran tingginya masalah diabetes maupun pre-diabetes di Kota Tegal. Kelurahan Bandung merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Kelurahan Bandung termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Bandung Kota Tegal. Didapatkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tegal pada tahun 2015 didapatkan penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Bandung sejumlah 203 orang, dan pada tahun 2017 ditemukan sejumlah 173 orang dengan kasus baru penyakit DM. Artinya data tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kasus baru DM di Kelurahan Bandung Kota Tegal. Dalam mencegah peningkatan kasus baru diabetes mellitus diperlukan deteksi dini dan edukasi pencegahan dini penyakit diabetes mellitus. Deteksi dini dilakukan dengan menggunakan asesmen resiko diabetes mellitus dan edukasi diberikan melalui media video dan e-booklet. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi sejak dini penyakit diabetes mellitus dan meningkatkan kesadaran remaja dalam pencegahan penyakit diabetes mellitus.
Pelaksanaan Edukasi, Deteksi Dini dan Pendampingan Siswa Sekolah Dasar dalam Pencegahan Infeksi Saluran Kemih dengan Gerakan Minum Air Putih dan Personal Hygiene Genetalia di SD Negeri Debong Kulon 1 Kota Tegal Atikah Hadiyatus Sulfa; Tinah Purwaningsih; Deddy Utomo; Didi Hermawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.13675

Abstract

Infeksi Saluran Kemih merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak-anak dan menjadi penyebab morbiditas tertinggi kedua setelah infeksi saluran pernafasan. Prevalensi ISK pada anak masih cukup tinggi, terutama pada anak perempuan, yang dipengaruhi oleh faktor anatomi, personal hygiene yang kurang baik, serta perilaku menahan buang air kecil dan kurangnya asupan cairan. Pencegahan ISK sejak usia sekolah dasar sangat penting untuk menurunkan resiko kejadian dan komplikasi di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa sekolah dasar dalam pencegahan ISK melalui edukasi, deteksi dini dan pendampingan dengan gerakan minum air putih serta personal hygiene genetalia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktik personal hygiene genetalia yang benar, pembiasaan minum air putih secara teratur serta skrining awal gejala ISK pada siswa. Kagiatan dilaksanakan di SD Negeri Debong Kulon 1 Kota Tegal dengan melibatkan siswa dan guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai ISK, faktor resiko, cara pencegahannya serta perubahan perilaku ke arah kebiasaan hidup bersih dan sehat, khususnya dalam menjaga kebersihan genetalia dan meningkatkan konsumsi air putih.