Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran Program Bianglala Pagi Radio Reks FM dalam Memfasilitasi Komunikasi Partisipatif DISDUKCAPIL dan Masyarakat terkait Pengurusan e-KTP di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Konsep komunikasi partisipatif Paulo Freire diterapkan, meliputi elemen-elemen seperti dialog, suara, pedagogi pembebasan, dan siklus aksi-refleksi-aksi. Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat melalui Program Bianglala Pagi memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan transparansi, responsivitas, dan kualitas layanan publik. Program ini menyediakan berbagai saluran komunikasi, seperti WhatsApp, SMS, dan siaran radio langsung, yang memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk menyampaikan aspirasi mereka. DISDUKCAPIL menerima dan menindaklanjuti masukan dari masyarakat, yang mendorong perbaikan dalam layanan pengurusan e-KTP. Program ini juga menerapkan prinsip pedagogi pembebasan Paulo Freire dengan menekankan pentingnya anonimitas dan pemberdayaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Siklus aksi-refleksi-aksi yang diterapkan membantu dalam mengatasi permasalahan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan publik, dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pemerintahan. Temuan ini menunjukkan pentingnya platform komunikasi partisipatif dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam layanan publik.