Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gatekeeping Pemberitaan Pembunuhan pada Harian poskota.co.id Isti Purwi Tyas Utami; Syaharani Putri
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 9 No 1: Oktober 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/05p88587

Abstract

Berita pembunuhan masih menjadi komoditas unggulan pada harian Poskota.co.id yang dikenal dengan praktik jurnalisme kuning. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses gatekeeping pemberitaan pembunuhan pada Poskota.co.id. Teori gatekeeping dari Shoemaker dan Reese menjadi pisau analisis. Informan penelitian merupakan gatekeeper Poskota.co.id, yakni pemimpin redaksi, manajer online, editor, dan jurnalis. Hasil penelitian menunjukkan pada level individu proses gatekeeping serupa dengan harian tradisionalnya. Penentu peristiwa yang layak diliput adalah koordinator liputan. Gatekeeping pada level rutinitas media menekankan kecepatan liputan dengan penugasan dari koordinator liputan tanpa menunggu rapat redaksi. Kelayakan peristiwa yang diliput didasari oleh nilai berita dan target pembaca. Gaya penulisan harian tradisional dipertahankan dengan penggunaan kata kunci yang ramah SEO untuk meraih page view yang tinggi. Pada level organisasi gatekeeper yang berwenang menentukan berita yang ditayangkan adalah editor. Wewenang penarikan berita pembunuhan ada pada pemimpin redaksi. Pada level ekstramedia gatekeeping berita pembunuhan dipengaruhi oleh media kompetitor, khalayak dan iklan. Pada level ideologi, pemberitaan mengutamakan netralitas dan tujuan melayani kebutuhan target pembaca utama dari kalangan menengah ke bawah.
Representasi Perempuan Aktivis Gerakan Anti Human Trafficking NTT dalam Program TV Narasi People Isti Purwi Tyas Utami
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 8 No 1: Oktober 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/md0brj15

Abstract

Isu perempuan dan pekerja migran masih menjadi isu pinggiran media. Representasi keduanya pun seringkali tidak menyenangkan. Media kerap terjebak pada kecenderungan eksploitasi yang diskriminatif. Tayangan yang mencoba mengangkat persoalan perempuan dan pekerja migran adalah video Narasi People episode Penjemput Jenazah TKI. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana Narasi TV merepresentasikan ketiga perempuan aktivis berikut perannya. Penelitian menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis model Sara Mills untuk melihat posisi subjek objek, dan posisi pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga perempuan aktivis diposisikan sebagai subjek yang memiliki otoritas dalam menuturkan pengalamannya. Pembaca dalam teks ditempatkan pada posisi perempuan sebagai subjek sehingga dapat menyelami bagaimana pergulatan ketiga perempuan aktivis. Narasi TV merepresentasikan ketiga sosok perempuan secara realistis dan melawan stereotip klasik perempuan di media yang dipengaruhi budaya patriarkal dengan pertama, ketiga perempuan ditampilkan sebagai narasumber utama sebuah isu sosial. Kedua, perempuan menjadi perwakilan tiga kelompok minoritas yang bukan menjadi prioritas utama media. Ketiga, perempuan ditampilkan sebagai sosok berdaya yang mengupayakan perubahan sosial. Ideologi feminisme tampak dalam wacana yang mengupayakan representasi perempuan secara realistis dan adil sebagai wacana yang menantang wacana mayoritas media yang kerap menampilkan bias gender.
Membangun Kesadaran Komunitas Mengenai Food Loss dan Food Waste Melalui Story Telling Isti Purwi Tyas Utami
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 2: JULI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/a9cj7a33

Abstract

Food loss dan food waste (FLW) merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan warga masyarakat sehari-hari namun belum disikapi secara serius layaknya sampah plastik yang lebih dulu dikenal berbahaya bagi lingkungan. Persoalan sampah makanan tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan lingkungan hidup namun juga persoalan sosial ekonomi mengingat tingginya angka kelaparan di masyarakat dan besarnya kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Gereja sebagai bagian dari masyarakat pun memiliki tanggungjawab dalam mengatasi persoalan ini melalui keterlibatan beragam komunitas yang ada di dalamnya seperti komunitas Wanita Katolik maupun Seksi Lingkungan Hidup. Komunitas Wanita Katolik Paroki Maria Bunda Karmel, Wanita Katolik Paroki Santo Andreas, Wanita Katolik dan Seksi Lingkungan Hidup Paroki Santa Theresia merupakan beberapa komunitas gereja Katolik di Jakarta yang memiliki kepedulian terhadap isu FLW. Melalui seminar daring yang memaparkan pengelolaan FLW serta bagaimana menginisiasi perubahan dalam komunitas melalui story telling diharapkan aksi nyata dari setiap komunitas. Tindak lanjut dari seminar daring adalah pendampingan produksi story telling untuk komunitas melalui WhatsApp group. Berdasarkan evaluasi kegiatan didapati bahwa tujuan kegiatan yang menyasar perubahan pada level individu dan komunitas baru tampak pada level individu (choice maker) yang ditandai dengan perubahan sikap anggota komunitas dalam pengelolaan FLW seperti kebiasaan melakukan food audit dan mengolah sampah makanan menjadi eco enzyme. Perubahan di level komunitas (carrier of practice) yang ditandai dengan sikap kritis dengan mengevaluasi dan mengubah pola konsumsi harian (food audit) bersama secara konsisten hingga mampu berbagi inspirasi mengenai FLW melalui story telling media sosial komunitas belum terlaksana sepenuhnya. Upaya edukasi masih sebatas berbagi pengalaman melalui WA group komunitas. Kendala utama adalah belum adanya kebiasaan menulis dan penyajian konten media sosial yang memerlukan penguasaan teknik produksi foto dan video. Solusi yang disarankan adalah mengundang keterlibatan anak muda yang menguasai teknik produksi media digital di komunitas masing-masing untuk membantu produksi story telling media sosial.