Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Intrapersonal dan Konsep Diri pada Mahasiswa Rantau Studi Kasus: Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita Yasinta Ariati; Clarissa Sondang Irene
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 8 No 2: April 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/ptjnja36

Abstract

Dalam menjalani masa perkuliahan, mahasiswa rantau mengalami tantangan yang tidak mudah karena hidup di lingkungan yang baru dan bertemu dengan teman-teman yang berbeda dalam hal budaya dan cara berkomunikasi. Mereka harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi baru dan perbedaan-perbedaan yang ada, sehingga mereka dapat menjalani studi dengan baik. Kemampuan dalam menyesuaikan diri tergantung pada bagaimana konsep diri yang dimiliki oleh individu. Konsep diri merupakan keyakinan atau pandangan seseorang mengenai dirinya. Apabila memandang diri positif maka akan mengembangkan sikap percaya diri, terbuka akan hal baru, mampu menghargai orang lain dan memperbaiki diri. Sebaliknya jika ia memandang dirinya negatif, maka perilaku yang muncul adalah merasa rendah diri dan kurang percaya diri. Pembentukan konsep diri tergantung bagaimana proses komunikasi intrapersonal yang dilakukan setiap orang. Komunikasi intrapersonal merupakan komunikasi dengan diri sendiri dengan cara berbicara kepada diri sendiri agar dapat lebih mengenal diri secara utuh. Proses komunikasi intrapersonal yang berawal dari sensasi, persepsi, memori dan berpikir akhirnya akan membantu memahami diri dan orang lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana komunikasi intrapersonal dan konsep diri mahasiswa rantau selama mengikuti proses perkuliahan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (STARKI). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 5 orang yang merupakan mahasiswa STARKI, angkatan 2020 dan 2021. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa rantau di STARKI dapat melakukan komunikasi intrapersonal dengan cara mengolah sensasi, persepsi dan memori yang ada sebagai bahan untuk berpikir melalui refleksi diri. Hal ini, membentuk konsep diri yang positif yang memampukan mereka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya yang berbeda. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi intrapersonal jika dikelola dengan baik akan dapat membentuk konsep diri yang positif.
Analisis Semiotika Representasi Budaya Tionghoa dalam Film Crazy Rich Asians Tjhing Tjhing; Yasinta Ariati
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 7 No 2: April 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/zpw5ry39

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang tidak lepas dari hubungan antara film dan masyarakat. Film Crazy Rich Asians yang disutradarai oleh Jon M.Chu dan penulis naskah Kevin Kwan tidak hanya untuk media hiburan penonton namun sarana pendidikan yang memberikan wawasan dan pengalaman mengenai sentuhan sejarah, kebudayaan, bahasa, kehidupan orang-orang keturunan Tionghoa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tanda atau simbol yang digunakan sebagai representasi budaya dalam Film Crazy Rich Asians. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Christian Metz dengan menggunakan mise-en-scene. Pada penelitian, peneliti menggunakan beberapa teori yang relevan, yaitu : Komunikasi Antarbudaya, Teori Negosiasi Wajah, Semiotika, dan Representasi. Adapun hasil penelitian ini adalah Representasi budaya dalam Film Crazy Rich Asians ditampilkan melalui adegan-adegan oleh Rachel Chu dan Nick Young di Singapura dan penggunaan bahasa serta macam adat dan budaya keluarga yang turun menurun seperti makna pemilihan warna merah, pesta mekar bunga wijayakusuma, pembuatan pangsit, dan arti sebuah keluarga serta permainan mahjong.