Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Nelangsa pada Film Pendek Banyu Karya Richard Suwae dari Pandangan Semiotika Roland Barthes Digma Ihsan Nurrochman; Zainal Abidin; Made Panji Teguh Santoso
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 7 No 1: Oktober 2021
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/x166pm53

Abstract

Nelangsa adalah sebuah kesedihan mendalam yang berorientasi pada perasaan yang dialami secara tidak sesuai dan tidak puas dalam realitas kehidupan. Kondisi nelangsa cenderung mengarah pada hilangnya sesuatu yang berharga, hilangnya afeksi, atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Penyampaian kesedihan saat ini sudah masuk dalam media elektronik seperti film pendek. Film pendek Banyu karya Richard Suwae adalah film yang menceritakan tentang kehidupan Sri, seorang wanita yang hidup bersama anaknya Banyu. Anak yang dilahirkan dari kasus pemerkosaan pada dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adegan-adegan yang merepresentasikan makna nelangsa melalui analisa tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Adegan yang menjadi objek penelitian terdiri dari lima adegan yang dapat menandakan makna nelangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pemerkosaan yang hamil, lebih memilih mengaborsi karena khawatir anak tersebut mengalami kondisi hidup yang nelangsa, kurangnya penegakan hukum untuk orang-orang miskin dan nelangsa, dan menjadi seorang pelacur bukanlah sebuah keinginan tetapi sebuah keterpaksaan.