Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK VOLATILITAS MUSIM TERHADAP STABILITAS PENDAPATAN NELAYAN TANGKAP IKAN LAYANG DI BANDA NAIRA Qomariah Idris
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor perikanan tangkap memainkan peran krusial dalam perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah Maluku yang kaya sumber daya laut, dengan kontribusi ekspor perikanan mencapai Rp400 miliar pada semester I 2024. Ikan laying, sebagai komoditas utama nelayan tangkap, mendominasi produksi nasional perikanan tangkap dengan 549.553 ton pada 2024, didukung oleh proses oseanografi seperti upwelling di Laut Banda. Dengan mata pencaharian Masyarakat Banda Naira, ikan layang yang ditangkap menggunakan purse seine atau jaring bobo, di mana fluktuasi musiman hasil tangkapan memengaruhi pasokan dan harga secara signifikan. Penelitian kuantitatif ini menganalisis dampak volatilitas musim terhadap stabilitas pendapatan nelayan tangkap ikan layang di Banda Naira, Maluku Tengah, menggunakan desain explanatory research dengan sampel 150 nelayan (usia 20-60 tahun) yang memakai purse seine atau jaring bobo. Model regresi linear berganda ARCH/GARCH(1,1) di EViews 12 menunjukkan dummy musim tenang meningkatkan pendapatan Rp8.000.000 (t=5.10, p<0.01), dengan R-squared 0.742 dan persistence volatilitas β=0.72; purse seine mencapai Rp10 juta musim tenang versus Rp5 juta musim angin, sementara jaring bobo Rp25 juta versus Rp15 juta. Profil responden didominasi laki-laki (100%), usia rata-rata 43 tahun (SD 9.2), pendidikan SD/SMP (76%), dengan koefisien variasi pendapatan 32% musim tenang versus 50% musim angin. Uji asumsi klasik (Kolmogorov-Smirnov p=0.12, Breusch-Pagan p=0.02) memvalidasi model, di mana simulasi mitigasi GARCH memproyeksikan pengurangan volatilitas 28% melalui diversifikasi dan asuransi. Temuan ini berkontribusi pada kebijakan perikanan berkelanjutan di Maluku dengan ekspor Rp400 miliar tahunan sebagai konteks.