Hartawan, I Gusti Agung G Utara
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Anestesi pada Pasien Glioblastoma Multiforme Recurrent yang Menjalani Sitoreduksi Tumor dengan Menggunakan Teknik Bebas Opioid: Laporan Kasus Adhiwirawan, Christina Angelia Maharani Dewi; Suarjaya, I Putu Pramana; Sutawan, Ida Bagus Krisna Jaya; Hartawan, I Gusti Agung G Utara; Ryalino, Christopher
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 44 No 1 (2026): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55497/majanestcricar.v44i1.476

Abstract

Pendahuluan: Glioblastoma Multiforme (GBM) adalah jenis glioma yang sangat agresif dan memiliki prognosis yang buruk. Dalam beberapa tahun terakhir, didapati dampak anestesi dan analgesik terhadap progresivitas kanker. Paparan jangka pendek terhadap agen anestesi, yaitu anestesi inhalasi, dapat mempercepat pertumbuhan tumor. Selain itu, pasien yang terpapar dengan opioid pada kuantitas besar dalam beberapa hari setelah operasi akan mengalami progresivitas kanker lebih cepat daripada mereka yang mengonsumsi obat analgesik dalam jumlah terbatas dan dalam jangka waktu lebih pendek. Deskripsi Kasus: Pasien berusia 17 tahun dengan keluhan benjolan pada kepala sisi kanan yang progresif membesar dan tidak nyeri sejak satu bulan sebelum masuk rumah sakit. Kelemahan separuh tubuh kiri dan ptosis pada mata kanan sejak bulan Mei 2024. Pada bulan Juni 2024 telah dilakukan operasi reseksi tumor dan kraniektomi dekompresi dengan pembiusan umum diikuti dengan operasi sitoreduksi tumor pada bulan September 2024. Hasil CT kepala tanpa kontras didapatkan massa padat heterogen intra-aksial supratentorial pada thalamus kanan yang meluas ke lobus temporal kanan menyebabkan pergeseran struktur midline ke kiri sejauh 0,9 cm yang mengesankan massa residual dengan diagnosis banding massa residif. Tindakan anestesi dilakukan dengan pembiusan umum dengan teknik anestesi bebas opioid (opioid free) dan dikombinasikan dengan regional anestesi menggunakan scalp block. Kesimpulan: Teknik anestesi bebas opioid dapat digunakan sebagai modalitas dalam operasi GBM.