Panjaitan, Tri Presar Jhon Tuan
Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Budaya Dalam Masyarakat Batak Toba Marga Panjaitan Di Pematangsiantar Tri Presar Jhon Tuan Panjaitan
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2019
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.631 KB) | DOI: 10.24114/jas.v17i1.20025

Abstract

Tulisan ini mengkaji mengenai bagaimana proses pewarisan budaya berlangsung di dalam keluarga marga Panjaitan, khususnya keluarga Turunan Raja Hasoge Panjaitan. Adanya kebutuhan masyarakat Batak Toba untuk dapat memahami seluk-beluk silsilah keluarganya dengan baik dan benar, dengan mencari identitas kebatakan mereka yang nantinya sebagai sejarah keidupan. Seperti kita lihat banyak saat ini masyarakat Batak Toba kembali peduli terhadap bona pasogitnya bukan semata hanya mencari tanah makam, melainkan mencari tahu tentang tarombo mereka dan akhir membentuk network sejalan dengan tarombo tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif agar mampu menghasilkan data-data deskriptif mengenai proses-prose pewarisan budaya yang berlangsung dalam keluarga marga Panjaitan. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana proses-proses pewarisan budaya yang berlangsung, serta apa yang menyebabkan masyarakat kembali peduli terhadap kampung halamannya. Dengan mengetahui proses pewarisan budaya tersebut maka dalam hal ini suku Batak Toba tidak lagi mengalami kegalauan dalam menetukan identitasnya. Berdampak positif terhadap upaya revitalisasi nilai-nilai kebatakan tersebut sebagai sumber sejarah.
DYNAMICS OF ROLES IN THE TRADITION OF HUMMING IN THE MIDST OF SOCIAL CHANGE IN PAKPAK SOCIETY Rifai, Muhammad; Berutu, Lister; Panjaitan, Tri Presar Jhon Tuan; Masyitoh, Maulida; Tresno, Tresno
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v9i1.28689

Abstract

The traditional ceremony of mengerumbang is one of the important traditional rites in Pakpak society, carried out by elderly individuals as a form of repayment of traditional debts to hula-hula before death. This study aims to examine the symbolic meaning, social structure, and socio-cultural function of the mengerumbang ceremony in the context of contemporary Pakpak society and to observe the role of this tradition. The research method uses a qualitative approach with ethnographic methods through participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders and ritual practitioners, and documentary studies of local customs and practices. The results of the study show that mengerumbang is not merely a customary ritual, but a social mechanism to maintain the honour of individuals and families, strengthen the continuity of the sulang silima kinship system, support economic redistribution through customary gifts, and legitimise a person's social status within the Pakpak customary structure. Furthermore, changes in ritual practices due to the influence of religion and modernisation indicate a dynamic process of cultural adaptation without eliminating the core meaning of the custom. Thus, mengerumbang functions as a space for negotiation between tradition, identity, and social change in Pakpak society.