Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), menghadapi tuntutan pekerjaan yang tinggi dan kompleks sehingga berpotensi menimbulkan stres kerja. Salah satu faktor individual yang diduga berperan dalam mengelola stres kerja adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kecerdasan emosional terhadap stres kerja pada anggota Polri di Satuan Reserse Kriminal Polresta Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 anggota Polri Satreskrim Polresta Cirebon, yang seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner dengan skala Likert lima poin. Kecerdasan emosional diukur berdasarkan teori Goleman, sedangkan stres kerja diukur berdasarkan teori Robbins dan Mangkunegara. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji regresi linier sederhana melalui bantuan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap stres kerja pada anggota Polri di Satuan Reserse Kriminal Polresta Cirebon, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,610 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 61% terhadap stres kerja, sedangkan 39% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam mengelola stres kerja pada anggota Polri. Oleh karena itu, pengembangan kecerdasan emosional melalui pelatihan atau intervensi psikologis perlu dipertimbangkan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis anggota kepolisian.