Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perilaku dan strategi investasi antara investor ritel dan investor institusional di pasar modal Indonesia serta mengkaji faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengambilan keputusan investasi pada kedua kelompok tersebut di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur PRISMA untuk menyeleksi dan mensintesis literatur yang relevan terkait perilaku investor, analisis teknikal dan fundamental, serta pengaruh faktor eksternal dan psikologis terhadap keputusan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor ritel cenderung lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti overconfidence, herding behavior, sentimen pasar, serta tingkat literasi keuangan, dan lebih responsif terhadap informasi media serta fluktuasi jangka pendek, sedangkan investor institusional menunjukkan perilaku yang lebih rasional, terstruktur, dan berbasis analisis fundamental serta teknikal yang mendalam dengan dukungan sumber daya dan sistem manajemen risiko yang lebih kuat; selain itu, integrasi faktor eksternal melalui model Behavioral Dynamic External Impact Model (BDEIM) dan Model Integratif Respon Eksternal Investor (MIREI) mampu menjelaskan dinamika respons investor terhadap perubahan kondisi makroekonomi dan kebijakan publik. Simpulan, bahwa perbedaan karakteristik, kapasitas analisis, serta tingkat literasi dan pengelolaan risiko menyebabkan perbedaan strategi investasi antara investor ritel dan institusional, sehingga peningkatan literasi keuangan, transparansi informasi, serta penguatan tata kelola pasar menjadi faktor penting dalam mendorong perilaku investasi yang lebih rasional dan berkelanjutan di pasar modal Indonesia.