Pelatihan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tinggi, terutama pada bahaya percikan logam panas, radiasi busur las, asap las, serta bahaya kelistrikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengevaluasi efektivitas pengendalian risiko pada pelatihan SMAW di UPTD BLK Kota Probolinggo menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Penilaian risiko dilakukan berdasarkan standar AS/NZ 4360:2004 dengan pendekatan likelihood dan severity, kemudian dihitung risk rating sebelum dan sesudah pengendalian. Hasil menunjukkan bahwa beberapa bahaya utama berada pada kategori ekstrem dengan nilai risk rating tertinggi 20. Setelah penerapan pengendalian teknis, administratif, dan penggunaan APD, seluruh risiko ekstrem dan tinggi berhasil diturunkan ke kategori moderat dan rendah, dengan penurunan signifikan berdasarkan risk rating. Evaluasi efektivitas juga menunjukkan penurunan insiden pelatihan sekitar 82% setelah implementasi pengendalian. Temuan ini menegaskan bahwa HIRARC efektif digunakan sebagai dasar penguatan standar K3 pada pelatihan kerja berbasis kompetensi, khususnya untuk peserta pemula.