Perkembangan teknologi keuangan yang semakin pesat memberikan kemudahan bagi Generasi Z dalam mengakses berbagai layanan finansial, seperti dompet digital, mobile banking, hingga investasi daring. Namun, kemudahan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara terencana, disiplin, dan bertanggung jawab. Masih banyak generasi muda yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menabung secara konsisten, serta menyusun perencanaan keuangan jangka panjang. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pribadi tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan akses finansial, tetapi juga oleh tingkat pemahaman, nilai, serta kematangan sikap individu dalam mengambil keputusan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan kecerdasan spiritual terhadap pengelolaan keuangan pribadi pada mahasiswa dan pekerja muda Generasi Z di Kabupaten Kudus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 310 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pribadi. Kecerdasan spiritual terbukti memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan literasi keuangan. Nilai koefisien determinasi sebesar 35% menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sebagian variasi perilaku pengelolaan keuangan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemahaman finansial, pembentukan nilai, serta pengendalian diri dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih bijak, sehat, dan berkelanjutan.