Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Edukasi Program Perawatan Kaki Diabetik Pencegahan Ulkus Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Di UPTD Puskesmas Talise: Implementation Of Education On Diabetic Foot Care Program For The Prevention Of Ulcers In Type 2 Diabetes Mellitus Patients With Knowledge Deficit Nursing Problems At The Talise Public Health Center Mujahra Aminullah, Alya; Yulianti, Sri; Febrianti, Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9183

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronik yang sering disertai komplikasi, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik. Kurangnya pengetahuan pasien mengenai perawatan kaki menjadi faktor risiko utama terjadinya ulkus dan bahkan amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan edukasi program perawatan kaki dalam upaya pencegahan ulkus pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan di UPTD Puskesmas Talise. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan melalui edukasi langsung, penggunaan leaflet, serta evaluasi sebelum dan setelah menggunakan kuesioner pengetahuan pada pasien diabetes melitus. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pasien diberikan edukasi selama tiga hari dengan perubahan skor pengetahuan dari 50 menjadi 56 dengan kategori pengetahuan baik. Kesimpulannya, edukasi perawatan kaki terbukti dapat meningkatkan pemahaman pasien dan dapat menjadi strategi penting dalam mencegah terjadinya ulkus diabetik. Disarankan agar edukasi perawatan kaki bagi pasien diabetes melitus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program rutin Puskesmas untuk mencegah ulkus diabetik secara optimal.