Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelaksanaan Ekstrakurikuler Pramuka Di Sma Negeri 1 Tanjung Sakti Pumu (Pasemah Ulu Manna’ Ulu) Tesva , Sepralin; Zulkipli, Zulkipli; Akhmad, Ade
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7069

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler pramuka merupakan salah satu kegiatan pembinaan di sekolah yang pelaksanaannya memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat berjalan secara efektif dan terarah. Keberhasilan pelaksanaannya dapat dilihat melalui indikator pengarahan, motivasi, komunikasi, dan koordinasi. Di SMA Negeri 1 Tanjung Sakti Pumu, kegiatan pramuka telah dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu, namun masih terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi efektivitas kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pengarahan, motivasi, komunikasi, dan koordinasi dalam pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pembina pramuka sebagai informan kunci serta wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan anggota aktif pramuka sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka telah berjalan cukup baik. Pengarahan dilakukan melalui pembinaan langsung dalam setiap kegiatan. Motivasi diberikan melalui penghargaan, latihan gabungan, serta penanaman nilai kepramukaan dan keagamaan. Komunikasi dilaksanakan secara langsung dalam kegiatan dan aktivitas sekolah, sedangkan koordinasi dilakukan melalui kerja sama antara pembina, pihak sekolah, dan pihak luar pada kegiatan tertentu. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, dewan guru, warga sekolah, masyarakat sekitar, aparat keamanan, serta dana kegiatan. Adapun faktor penghambat tidak hanya kondisi cuaca, tetapi juga belum meratanya minat peserta didik, keterbatasan sarana prasarana, serta keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan.