Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Nilai-Nilai Dakwah Dalam Film Antu Banyu Produksi TVRI Sumatera Selatan Analisis Semiotika Roland Barthes Azzahra, Ela; Syarifuddin, Achmad; Muslimin, Muslimin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7121

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi terhadap adegan-adegan dalam film serta kajian literatur yang relevan dengan objek penelitian. Metode ini digunakan untuk memahami secara mendalam bagaimana pesan dakwah direpresentasikan dalam film melalui berbagai unsur visual dan verbal. Analisis dilakukan dengan mengkaji tanda, simbol, dialog, serta tindakan para tokoh yang merepresentasikan pesan-pesan dakwah dalam film. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan semiotika untuk menafsirkan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang muncul dari simbol-simbol yang terdapat dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Antu Banyu memuat berbagai nilai dakwah yang mencakup aspek akidah, akhlak, dan syariah. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui perilaku tokoh, dialog, simbol budaya, serta kepercayaan atau mitos lokal yang berkembang di masyarakat. Film ini juga menampilkan pesan moral yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya menjaga kebersihan, saling menolong, menghormati sesama, serta meningkatkan kesadaran dalam menjalankan ajaran agama. Melalui penggambaran cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, film ini mampu menghadirkan pesan dakwah secara lebih mudah dipahami oleh penonton. Secara keseluruhan, film ini berfungsi sebagai media dakwah kultural yang efektif karena mampu menyampaikan nilai-nilai keislaman secara halus, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan budaya lokal yang digunakan dalam film juga memperkuat pesan dakwah yang disampaikan, sehingga nilai-nilai tersebut dapat diterima dengan lebih baik oleh masyarakat.