Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOTION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Siti Aisyah, Nazwa; Tutun Usman, Asep; Munawaroh, Nenden
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.41699

Abstract

  This study aims to examine three aspects: (1) the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model in Islamic Education (PAI), (2) students’ learning outcomes before the implementation of the CIRC learning model, and (3) the improvement of students’ learning outcomes after the implementation of the CIRC learning model. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a one-group pretest–posttest design. The research subjects were 19 eighth-grade students at SMP Plus Miftahul Hidayah. Data were collected through observation and learning outcome tests in the form of pretests and posttests. The research instruments were tested for validity and reliability, with 17 items declared valid and a Cronbach’s Alpha value of 0.842, indicating high reliability. The results showed that the implementation of the CIRC learning model was very effective, as indicated by the observation results of teacher and student activities, which obtained a total score of 80 and were categorized as very good. The average pretest score was 65.00, which increased significantly to 93.16 in the posttest. The normality test results showed significance values of 0.561 for the pretest and 0.412 for the posttest (> 0.05), indicating that the data were normally distributed. The homogeneity test showed a significance value of 0.395 (> 0.05), indicating homogeneous data. The paired sample t-test showed a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference between pretest and posttest results. Furthermore, the N-Gain value was 0.80 or 80%, which falls into the high category. Therefore, it can be concluded that the CIRC learning model is effective in improving students’ learning outcomes in Islamic Education.
Konsep Pembelajaran Fiqih Muamalah Berbasis Artificial Intelligence dalam Pembelajaran PAI di Madrasah Aliyah Siti Aisyah, Nazwa; Najib, Fiqra Muhammad; Usman, Asep Tutun; Munawaroh, Nenden
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembelajaran fiqih muamalah berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi dunia pendidikan serta kebutuhan pembelajaran fiqih muamalah yang lebih kontekstual dengan kehidupan generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan mengenai AI, pendidikan Islam, dan pembelajaran fiqih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam pembelajaran fiqih muamalah mampu meningkatkan efektivitas, interaktivitas, fleksibilitas, dan personalisasi pembelajaran. Pemanfaatan teknologi seperti ChatGPT, chatbot konsultasi hukum Islam, pembelajaran adaptif, evaluasi berbasis AI, dan simulasi transaksi syariah digital dapat membantu peserta didik memahami konsep muamalah secara lebih aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Namun demikian, implementasi AI juga menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya kompetensi digital guru, keterbatasan sarana prasarana, persoalan etika digital, serta validitas informasi hukum Islam yang dihasilkan AI. Oleh karena itu, penggunaan AI dalam pembelajaran fiqih muamalah harus tetap berada dalam pengawasan guru dan berlandaskan nilai-nilai syariat Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran fiqih muamalah dapat menjadi inovasi pendidikan Islam yang mendukung terciptanya pembelajaran yang modern, humanis, dan sesuai dengan tuntutan era digital.