Adella, Windi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE GASING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI PERKALIAN DUA ANGKA Adella, Windi; Sidik, Geri Syahril; Zahrah, Riza Fatimah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada materi perkalian dua angka dengan menerapkan metode GASING. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian yakni peserta didik kelas V SDN Kondangwangi Cilampunghilir, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya Jawa Barat 46466. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Observasi, 2) Angket, 3) Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode GASING dapat meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada materi perkalian dua angka. Peningkatan kemandirian belajar peserta didik dapat dilihat dari hasil analisis kemandirian belajar peserta didik pada pra-siklus dengan jumlah 20 peserta didik yang dimana 2 peserta didik berkategori sedang, 18 peserta didik berkatogori rendah dengan nilai akhir hasil analisis kemandirian belajar peseta didik 57 dalam kategori “Rendah”. Pada siklus I yang dimana 1 peserta didik berkategori tinggi, 13 peserta didik berkategori sedang dan 6 peserta didik berkategori rendah dengan nilai akhir hasil kemandirian belajar peserta didik yaitu 71 dalam kategori “Sedang”. Pada siklus II yang dimana 13 peserta didik berkategori tinggi, 7 peserta didik berkategori sedang dan tidak ada peserta didik yang berkategori rendah dengan nilai akhir hasil kemandirian belajar peserta didik yaitu 88 dalam kategori “Tinggi”, Hal ini membuktikan terjadi peningkatan kemandirian belajar dari pra-siklus, siklus I dan siklus II.